Kampus Unpad. DOK Unpad
Nilai TKA Jadi Pertimbangan Tambahan Jalur Prestasi SNMPTN 2026 di Unpad
Putri Purnama Sari • 13 January 2026 12:29
Jakarta: Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung mengungkapkan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) akan menjadi pertimbangan tambahan (validator) dalam penilaian calon mahasiswa jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026.
Nantinya, nilai TKA akan melengkapi nilai rapor dan prestasi akademik yang menjadi dua parameter utama penilaian calon mahasiswa dari jalur prestasi.
Rektor Unpad, Arief S. Kartasasmita dalam acara “Ayo Kenal Unpad, Open Campus 2026” menyatakan nilai TKA akan dipakai sebagai pembanding prestasi akademik dan nilai rapor yang diterbitkan oleh Sekolah Menengah Atas (SMA) yang memperoleh undangan resmi dari universitas.
“Kami akan menggunakan nilai TKA sebagai pembanding jika diperlukan,” kata Arief seperti dikutip dari laman resmi Unpad, Selasa, 13 Januari 2026.
Senada dengan itu, Kepala Kantor Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP), Anas, menyampaikan sebagai validator, nilai TKA berperan memastikan proses penilaian berlangsung secara wajar, adil, dan mengacu pada standar nasional. Nlai TKA bukan penentu kelulusan siswa SMA. Namun, Unpad menjadikan nilai TKA sebagai tambahan pertimbangan dalam seleksi jalur prestasi, di luar dua parameter utama yang sudah ditetapkan, yaitu rapor dan prestasi akademik.
Namun, Prof. Anas mengingatkan bahwa kebijakan ini bersifat berbeda di setiap perguruan tinggi, sehingga calon mahasiswa perlu memahami aturan masing-masing kampus, mengenali materi seleksi, serta menyusun strategi dengan baik.
“Kebijakan tersebut wajib dipahami benar karena berbeda setiap universitas. Kemudian kenali materi seleksi dan atur strateginya,” kata Prof. Anas.
Berdasarkan data penerimaan mahasiswa baru, Unpad setiap tahun membuka berbagai jalur masuk. Pada periode 2023 hingga 2025, jumlah mahasiswa yang diterima melalui jalur prestasi tercatat sebanyak 1.498 orang pada 2023, meningkat menjadi 2.636 orang pada 2024, dan 2.495 orang pada 2025.
Sebagai informasi, pada November 2025, lebih dari 3,5 juta siswa kelas akhir SMA dan SMK mengikuti TKA yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Meskipun bersifat sukarela dan tidak menentukan kelulusan, minat siswa untuk mengikuti TKA terbilang sangat tinggi. Hal ini tidak terlepas dari berbagai manfaat yang ditawarkan oleh nilai TKA.
Selain berfungsi sebagai pelengkap nilai rapor dalam seleksi jalur prestasi, nilai TKA juga dapat dimanfaatkan sebagai persyaratan pendaftaran studi ke luar negeri. Bagi siswa SMK, nilai TKA menjadi nilai tambah untuk meningkatkan daya saing di dunia kerja. Sementara itu, bagi pemerintah dan sekolah, TKA berperan sebagai salah satu indikator objektif dalam mengukur kualitas pendidikan, baik di tingkat nasional maupun daerah.