ICC 2026 Berlangsung Sukses, Hasilkan 667 Komitmen Aksi Nyata Transformasi

?ICC 2026 hasilkan 667 komitmen aksi nyata transformasi. (Dok. Istimewa)

ICC 2026 Berlangsung Sukses, Hasilkan 667 Komitmen Aksi Nyata Transformasi

Duta Erlangga • 29 June 2026 11:28

Jakarta: Indonesia Coaching Conference (ICC) 2026 sukses diselenggarakan pada Sabtu, 27 Juni 2026 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta. Mengusung tema “Coaching The Next Human Transformation”, ICC 2026 menjadi event coaching terbesar di Indonesia yang mempertemukan lebih dari 200 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari professional coach, corporate leader, akademisi, komunitas, hingga unsur pemerintah. Lebih dari sekadar forum konferensi, ICC 2026 menghasilkan output konkret berupa 667 Komitmen Aksi Nyata Transformasi dari para peserta.

Komitmen tersebut menjadi simbol bahwa transformasi tidak hanya berhenti pada inspirasi dan diskusi, tetapi perlu diterjemahkan menjadi langkah kecil yang nyata, sadar, dan berkelanjutan. Acara yang diinisiasi oleh Asia Coach Indonesia (ACI) dan Asia Coach Network (ACN) ini menjadi ruang temu lintas sektor untuk memperkuat coaching ecosystem di Indonesia. Melalui rangkaian sesi inspiratif, diskusi panel, talkshow, dan sharing praktik coaching, ICC 2026 menghadirkan percakapan penting tentang bagaimana coaching dapat membantu individu, pemimpin, organisasi, dan bisnis bertumbuh secara lebih sadar, adaptif, dan berdampak.

ICC 2026 hadir di tengah situasi ketika teknologi, kecerdasan buatan, disrupsi bisnis, dan perubahan pola kerja bergerak semakin cepat. Banyak organisasi telah berinvestasi pada sistem dan teknologi, namun tantangan terbesar tetap berada pada kesiapan manusianya. Dalam konteks inilah coaching dipandang sebagai pendekatan strategis untuk membangun kesadaran diri, kepemimpinan, kolaborasi, ketangguhan, dan kemampuan beradaptasi.

Forum ini mengangkat lima pilar utama transformasi, yaitu Personal Transformation, Leader Transformation, Organization Transformation, Business Transformation, dan Future Transformation. Kelima pilar tersebut menggambarkan bahwa transformasi besar selalu dimulai dari manusia: dari cara seseorang mengenal dirinya, memimpin orang lain, membangun budaya organisasi, mengembangkan bisnis, hingga menyiapkan diri menghadapi masa depan yang semakin dipengaruhi oleh teknologi dan AI.

Tahun ini, ICC 2026 menghadirkan berbagai pembicara dari lintas sektor, di antaranya Joseph Bataona, Salman Subakat, Febrina Orsida, Joerg Sauer, Mariani Ng, Dessy Arnas, Sunil Tolani, Prasetya M. Brata, Ari Wibawa Mukti, Dewi Okta, Abimanyu, Fiona Wang, Miftahuddin Amin, Al Falaq Arsendatama, Anna Febriana, Alfia Wardah, Wisnu Dewobroto, Tom MC Ifle, Hadi Kuncoro, Prof. Meyliana, serta para tokoh ekosistem coaching Indonesia seperti Bambang Yapri, Adang Adha, dan Ewink SAY. Kehadiran para pembicara dari berbagai latar belakang memperlihatkan bahwa coaching tidak lagi hanya dipahami sebagai pendekatan pengembangan individu, tetapi juga sebagai bagian penting dari penguatan kepemimpinan, budaya organisasi, pertumbuhan bisnis, kualitas pendidikan, pelayanan publik, dan transformasi sosial.

Respons positif juga datang dari sejumlah pembicara yang terlibat dalam ICC 2026. Salah satu narasumber menyampaikan apresiasinya terhadap kualitas penyelenggaraan acara.

“ICC mengagumkan. Baik dari topik dan pembicara maupun profesionalisme. Hebat sekali,” ungkap salah satu pembicara dalam pesan apresiasinya kepada panitia.

Apresiasi serupa disampaikan Sunil Tolani, salah satu pembicara ICC 2026.

Thank you all guys, team Asia Coach & ICC. Respect!” ujarnya.

Ari Wibawa Mukti dari PLN juga memberikan kesan positif terhadap forum ini. Ia menyebut ICC 2026 sebagai acara yang keren dan sangat inspiring. Menurutnya, sesi-sesi yang dihadirkan membuka perspektif baru dan menambah insight mengenai bagaimana semakin banyak pemimpin dapat bertumbuh dan menumbuhkan melalui coaching. Melalui ICC 2026, Asia Coach Indonesia dan Asia Coach Network berharap ekosistem coaching di Indonesia semakin berkembang dan mampu berkontribusi lebih luas dalam meningkatkan kualitas manusia, kepemimpinan, organisasi, bisnis, komunitas, dan pelayanan publik.

Bagi penyelenggara, coaching bukan hanya tentang percakapan, tetapi tentang bagaimana manusia menemukan kejelasan, membangun kesadaran, mengambil kepemilikan atas pertumbuhannya, dan bergerak menuju perubahan yang lebih bermakna. Semangat inilah yang menjadi benang merah dalam penyelenggaraan ICC 2026. Keberhasilan ICC 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat gerakan coaching di Indonesia. Dengan dukungan para pembicara, peserta, sponsor, media partner, komunitas, dan seluruh pihak yang terlibat, ICC 2026 diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas dalam membangun transformasi manusia Indonesia. 

(Rosa Anggreati)