Bantuan Berdatangan Penyintas Gempa NTT Semangat Kembali untuk Bangkit

Penyaluran bantuan untuk korban gempa di Manggarai Barat: Sebanyak 826 rumah di Kecamatan Kuwus Barat, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Istimewa

Bantuan Berdatangan Penyintas Gempa NTT Semangat Kembali untuk Bangkit

Whisnu Mardiansyah • 2 September 2026 21:39

Manggarai Barat: Sebanyak 826 rumah di Kecamatan Kuwus Barat, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami kerusakan akibat gempa bumi. Sebagian warga yang rumahnya rusak berat masih bertahan di tempat pengungsian sementara dengan perlindungan seadanya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam kunjungan relawan Pendekar 08 ke wilayah terdampak. Selain mendistribusikan bantuan kebutuhan dasar, relawan memberikan pendampingan kepada masyarakat yang masih menghadapi dampak bencana.

Camat Kuwus Barat Francis Kusudukis menyampaikan apresiasi atas kedatangan relawan yang menemui warga secara langsung. Bantuan serta pendampingan, termasuk kegiatan trauma healing, dinilai memberikan dukungan bagi masyarakat selama masa pemulihan.

“Kami atas nama pemerintah, baik masyarakat, apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Bapak-Ibu, luar biasa dari trauma healing, bantuan, lihat mama-mama sekarang sudah gembira dengan kehadiran Bapak,” ujar Francis, Selasa, 1 September 2026.

Francis menyebut kerusakan rumah warga di Kecamatan Kuwus Barat terdiri atas kategori ringan, sedang, dan berat. Selain bangunan tempat tinggal, gempa turut berdampak pada fasilitas umum dan bangunan masyarakat.

Kantor Kecamatan Kuwus Barat mengalami kerusakan total. Sejumlah rumah adat di kawasan tersebut juga tidak luput dari dampak gempa.
 


Warga Tinggal di Luar Rumah

Salah satu wilayah dengan kerusakan cukup parah berada di Dusun Ndaung, Desa Compang Kolang. Sedikitnya 21 rumah di wilayah tersebut mengalami kerusakan berat.

Rumah yang tidak lagi dapat ditempati membuat sebagian warga harus tinggal di luar bangunan. Mereka menggunakan terpal sebagai tempat berlindung sementara.

Situasi itu membuat kebutuhan terhadap hunian sementara yang aman menjadi semakin mendesak. Apalagi, warga harus menghadapi kondisi cuaca yang berpotensi menyulitkan mereka saat musim hujan tiba.

“Harapan masyarakat terkait dengan rumah yang rusak berat, yang tidak bisa dihuni, dia hanya dapat bantuan kalau bisa karena nginap di luar seperti ini, hanya tinggal di terpal, maka diharapkan bisa dibantu untuk dibangunkan rumah, karena mereka tidak bisa masuk rumah maka dia harus buat kemah di luar, apalagi sebentar lagi musim hujan,” katanya.

Francis berharap warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat mendapat dukungan untuk memperoleh tempat tinggal yang dapat digunakan secara layak selama proses pemulihan.


Relawan tengah berdiskusi menentukan barang bantuan yang akan dibawa untuk diserahkan kepada pengungsi. Foto: Metrotvnews.com/Anggi Tondi Martaon.


Warga Bersyukur Mendapat Bantuan

Vincenius Salisman, salah seorang warga terdampak gempa, mengatakan dirinya bersama istri dan kedua anaknya selamat saat bencana terjadi. Ketika guncangan berlangsung dan bagian rumah mulai runtuh, dia segera membawa keluarganya keluar untuk menyelamatkan diri.

Di tengah kondisi tersebut, Vincenius mengaku terharu melihat perhatian dari berbagai pihak yang datang memberikan bantuan kepada warga terdampak.

“Jadi untuk sekarang saja saya sangat bersyukur karena ada berbagai pihak yang membuka mata untuk bisa membantu kami. Ada yang berupa beras, mie, tikar, lalu yang saya sendiri sangat merasa bersyukur, sangat luar biasa seperti yang terjadi sekarang,” ujar Vincenius.

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada rombongan Pendekar 08 yang hadir langsung di lokasi dan bertemu dengan masyarakat terdampak.

“Jadi untuk rombongan ini saya mengucapkan terima kasih banyak, atas bantuan Tuhan yang terbungkus kepada saya, terima kasih,” katanya.

Apresiasi juga datang dari Emiliano Sutapia. Dia menilai bantuan yang disalurkan Pendekar 08 memberikan arti bagi warga yang masih berusaha memulihkan kehidupan setelah gempa.

“Kesannya ya kami berterima kasih kepada Pendekar 08, semoga Tuhan selalu memberkati kita semua.” ujar Emiliano.

Menurut Emiliano, kebutuhan utama warga saat ini masih berkaitan dengan pangan dan tempat berlindung. Beras dan makanan sehari-hari menjadi kebutuhan yang terus diperlukan, sementara tenda dibutuhkan warga yang masih tinggal di luar rumah.

“Untuk sementara bantuan yang paling dibutuhkan ya makan makanan itu ya, sama tenda untuk warga mengungsi,” tukasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Pendekar 08 menyalurkan sejumlah bantuan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak. Bantuan mencakup perlengkapan tempat berlindung, bahan pangan, kebutuhan keluarga dan anak-anak, serta perlengkapan kebersihan.

Bantuan tempat berlindung berupa dua paket tenda komando. Sementara kebutuhan pangan disalurkan dalam bentuk paket sembako.

Untuk kebutuhan anak-anak dan keluarga, bantuan yang diberikan terdiri atas satu dus popok, satu dus makanan pendamping anak, serta satu dus susu. Perlengkapan kebersihan turut disalurkan berupa satu dus sabun mandi, satu dus sikat gigi, dan dua dus pasta gigi.

Kunjungan ke Kecamatan Kuwus Barat menjadi bagian dari aksi kemanusiaan Pendekar 08 di sejumlah wilayah terdampak gempa di Pulau Flores. Organisasi tersebut berada di bawah kepemimpinan Ketua Umum Ancilla Yanny Irmella.

Selain Kecamatan Kuwus Barat, bantuan juga diarahkan ke Kecamatan Lamba Leda Utara di Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Nagekeo.

Penyaluran bantuan dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak gempa. Pendampingan dan kegiatan trauma healing juga diberikan sebagai bentuk dukungan bagi warga selama menjalani masa pemulihan.

(Whisnu M)