Konflik Yaman Memanas, 1.790 Keluarga Mengungsi dalam Dua Hari

OCHA melaporkan 1.790 keluarga di Yaman mengungsi sejak 3 September akibat meningkatnya pertempuran. (Anadolu Agency)

Konflik Yaman Memanas, 1.790 Keluarga Mengungsi dalam Dua Hari

Willy Haryono • 6 September 2026 15:22

Sanaa: Hampir 1.800 keluarga di Yaman terpaksa mengungsi dalam dua hari akibat meningkatnya pertempuran antara pasukan pemerintah dan kelompok Houthi di Provinsi Taiz, Yaman barat daya.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan sekitar 1.790 keluarga telah mengungsi sejak 3 September akibat pertempuran yang berlangsung di distrik Maqbanah dan Jabal Habashi.

"Sebanyak 1.790 rumah tangga diperkirakan telah mengungsi sejak 3 September, dan perpindahan masih berlangsung pada saat laporan dibuat," kata OCHA dalam pernyataan yang dikutip Anadolu Agency, Sabtu, 5 September 2026.

Menurut OCHA, sebagian besar keluarga yang mengungsi masih berpindah di wilayah Maqbanah dan Jabal Habashi. Sebagian lainnya menuju distrik Al-Ma'afer, Ash Shamayatayn, Mawza, dan Dhubab di Taiz bagian barat.

Badan PBB tersebut mengatakan sejumlah lokasi pengungsian di Taiz dilaporkan telah "kosong." Kondisi itu memicu gelombang pengungsian sekunder ketika warga yang sebelumnya telah mengungsi kembali terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka.

OCHA memperingatkan bahwa serangan artileri yang terus berlangsung membatasi kemampuan warga untuk mencapai wilayah yang lebih aman. Sebagian keluarga bahkan masih terjebak di kawasan konflik.

"Gangguan telekomunikasi menghambat pengumpulan dan verifikasi informasi serta koordinasi, sementara persediaan darurat telah menipis secara signifikan," kata OCHA.

Eskalasi di Taiz terjadi ketika ketegangan meningkat di sejumlah front di Yaman dalam beberapa hari terakhir. Saling serang antara pihak-pihak yang bertikai telah berlangsung sejak Juli, mengakhiri periode relatif tenang yang mengikuti gencatan senjata yang dimediasi PBB pada April 2022.

Houthi menguasai ibu kota Sanaa dan sejumlah kota lainnya sejak September 2014. Sementara itu, pemerintah Yaman yang diakui secara internasional bersama pasukan sekutunya menguasai wilayah luas di bagian selatan, timur, dan barat negara tersebut.

Baca juga: Militer Yaman Klaim Hancurkan Kemampuan Militer Houthi di Al-Jawf

(Willy Haryono)