KKP Matangkan 200 Calon Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih

KKP berikan pembekalan teknis kepada mitra kerja penilai calon Kampung Nelayan Merah Putih. (P. Aditya Prakasa/ Metrotvnews.com)

KKP Matangkan 200 Calon Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih

P Aditya Prakasa • 29 October 2026 21:02

Bandung: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan pembekalan teknis kepada ribuan mitra kerja yang bertugas menilai kelayakan lebih dari 200 calon lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Provinsi Jawa Barat. Langkah strategis ini ditempuh untuk memastikan pembangunan infrastruktur maritim tepat sasaran serta menjawab persoalan riil masyarakat pesisir.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, menegaskan bahwa seluruh tim penilai wajib mengutamakan pendekatan persuasif dengan menyerap langsung aspirasi warga nelayan di lapangan.

"Kata kunci yang harus kita pegang teguh saat survei atau penilaian calon lokasi KNMP adalah dengarkan masyarakat dan pahami kegiatan ekonominya. Manfaat baru terwujud apabila fasilitas digunakan, dipelihara, dan dikelola dengan baik," ujar Lotharia, di Kota Bandung, Kamis, 29 Oktober 2026.

Perkuat Ekosistem Ekonomi Pesisir

Ketua Satgas Penyiapan dan Perencanaan Calon Lokasi KNMP 2027, Mohamad Abdi, menuturkan bahwa program KNMP diarahkan untuk memperkokoh ekosistem ekonomi pesisir secara terpadu, mulai dari tahapan produksi, pengolahan pascapanen, rantai pasok logistik, hingga akses pemasaran.

Abdi mengingatkan para penilai agar cermat dalam menyusun rekomendasi teknis. Untuk wilayah Jawa Barat, KKP menggandeng 10 mitra strategis yang meliputi perguruan tinggi negeri (PTN), Politeknik Kelautan dan Perikanan, serta lembaga swadaya masyarakat (LSM) bidang maritim.

"Ketepatan rekomendasi yang dihasilkan dapat menentukan apakah pembangunan benar-benar berguna atau justru menghadapi persoalan sejak awal," ucap Abdi.

KKP berikan pembekalan teknis kepada mitra kerja penilai calon Kampung Nelayan Merah Putih. (P. Aditya Prakasa/ Metrotvnews.com)

Instruktur pembekalan mitra, Rismutia Hayu Deswati, mengungkapkan sebanyak 200 lebih titik pesisir di Jawa Barat akan disurvei secara komprehensif sebelum penetapan lokasi definitif.

"Untuk titik yang ditetapkan memang belum ada, tetapi yang akan kami survei mencakup lebih dari 200 calon lokasi," kata Rismutia.

Guna menjaga akurasi data lapangan, para penilai dibekali metodologi riset partisipatif yang mencakup teknik wawancara mendalam, diskusi kelompok terpumpun (Focus Group Discussion/FGD), serta pengoperasian sistem aplikasi digital terintegrasi.

Adapun instrumen penilaian mencakup empat indikator utama, yakni:
  1. Basis demografi masyarakat
  2. Ketersediaan layanan dasar (aliran listrik, air bersih, dan pasokan BBM nelayan)
  3. Kondisi sarana prasarana perikanan eksisting
  4. Kelembagaan ekonomi lokal.
Rismutia menggarisbawahi bahwa pembangunan KNMP 2027 mengusung paradigma berbasis kebutuhan spesifik wilayah, bukan penyeragaman fasilitas.

"Konsep Kampung Nelayan Merah Putih 2027 ini berbasis kebutuhan. Jadi fasilitasnya akan berbeda di tiap lokasi. Jika nelayan setempat butuh perbaikan dermaga, kita bangunkan dermaga. Jika mendesak butuh fasilitas pendingin atau pabrik es, maka itu yang direalisasikan," kata dia.

Proses survei dan verifikasi lapangan dijadwalkan berlangsung hingga pertengahan Desember 2026. Hasil penilaian ini akan menjadi dasar penetapan lokasi definitif KNMP yang direncanakan diresmikan langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di Surabaya pada 2027 mendatang.

(Lukman Diah Sari)