Mendikdasmen Abdul Mu'ti (kiri), Kepala BGN Sudaryono (kanan) menemui media usai penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kemendikdasmen-BGN untuk menguatkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta pada Jumat (30/10/2026). Foto: Antara.
Mendikdasmen Sebut MBG Berkaitan dengan Tingkat Kehadiran Siswa
M Sholahadhin Azhar • 31 October 2026 22:13
Jakarta: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut berkaitan dengan tingkat kehadiran siswa. Hal itu dibeberkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.
"Ada banyak penelitian Pak, kaitan antara MBG dengan tingkat kehadiran anak di sekolah. Jadi banyak anak yang berangkat ke sekolah itu karena akan makan sehat bergizi," kata Abdul Mu’ti dikutip dari Antara, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Menurutnya, manfaat MBG di lingkungan pendidikan diharapkan tidak terbatas pada pemenuhan kebutuhan gizi. Program ini juga diharapkan dapat mendukung semangat belajar siswa dan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
Selain mendorong kehadiran siswa, Abdul Mu’ti menilai program MBG dapat menjadi sarana untuk menanamkan pendidikan karakter sejak dini.
Pelaksanaan MBG di sekolah dapat dimanfaatkan untuk membangun kebiasaan positif dalam keseharian siswa. Mulai dari mengantre dengan tertib, menjaga kebersihan, berdoa sebelum dan sesudah makan, hingga menghargai makanan yang disajikan.
"Kami mengambil banyak sekali panduan tentang bagaimana makan bergizi gratis ini menjadi media untuk menanamkan karakter dan nilai-nilai serta kebiasaan dalam diri anak-anak, contohnya bagaimana mereka antre, bagaimana mereka membiasakan hidup bersih," ujar Abdul Mu’ti.
Pembiasaan tersebut diharapkan dapat memperkuat pembentukan karakter peserta didik melalui kegiatan sederhana yang dilakukan secara konsisten di sekolah.
Dengan demikian, pelaksanaan MBG diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas bagi siswa. Selain memperoleh makanan bergizi, anak-anak juga dapat belajar menerapkan perilaku positif yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.
.jpg)
Program MBG prasmanan. Foto: dok. BGN.
Abdul Mu’ti mengatakan pendataan penerima MBG di lingkungan pendidikan telah terintegrasi dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Integrasi ini terus disempurnakan untuk memastikan penerima manfaat merupakan peserta didik yang terdata secara resmi dalam sistem pendidikan.
"Kemudian kerja sama pendataan yang selama ini sudah terintegrasi dengan Dapodik, dipastikan bahwa semua yang menerima adalah murid-murid yang memang resmi terdata dalam sistem kami dan memang terus kita sempurnakan," kata Mu'ti.
Sementara itu, Kepala BGN Sudaryono mengapresiasi dukungan Kemendikdasmen dalam pelaksanaan MBG di satuan pendidikan.
"Terima kasih atas dukungan dari Kementerian Dikdasmen, dukungan dari Pak Menteri," ujar Sudaryono.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan fasilitas pendukung di sekolah, seperti pembangunan wastafel, pengalokasian waktu khusus untuk pelaksanaan MBG, serta penguatan edukasi gizi melalui kurikulum pendidikan.