Festival Budaya Buka Peluang bagi Ekonomi Kreatif Daerah

Ilustrasi. Foto: Medcom.id.

Festival Budaya Buka Peluang bagi Ekonomi Kreatif Daerah

Ade Hapsari Lestarini • 26 October 2026 06:59

Jakarta: Festival Negeri Kami (FNK) 2026 resmi dibuka di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, dengan menghadirkan perwakilan 38 provinsi Indonesia dalam satu panggung. Selain menjadi ruang promosi keberagaman budaya Nusantara, festival ini menyoroti potensi budaya sebagai aset yang dapat dikembangkan untuk mendukung ekonomi kreatif daerah.

Festival yang digagas International Creatives Exchange (ICE) ini dibuka secara simbolis oleh Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Ahmad Mahendra, mewakili Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon.

Penyelenggaraan festival tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan Forum Komunikasi Penghubung Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (Forkappsi) berlangsung semarak dan disambut antusias masyarakat. Pengunjung dari berbagai kalangan memadati area TMII untuk menyaksikan pertunjukan busana, musik, dan tarian Nusantara.

Rangkaian acara diawali pawai budaya yang diikuti kontingen 38 provinsi. Setiap kontingen mengenakan busana daerah masing-masing, memperlihatkan keberagaman budaya Indonesia. Pawai diiringi marching band, musik Tanjidor, dan Ondel-ondel, ikon budaya Betawi yang menegaskan peran Jakarta sebagai tuan rumah. Usai prosesi pembukaan, panggung festival menampilkan tarian daerah dari 38 provinsi secara bergantian, dengan busana dan gerak tari yang khas.

Pendiri sekaligus Global Head International Creatives Exchange, Atta Ul Karim, menyampaikan festival ini lahir dari rasa terima kasihnya kepada Indonesia.

"Saya berasal dari Pakistan, tetapi sudah 18 tahun tinggal di Indonesia. Saya dan keluarga merasa berutang budi kepada negeri ini. Itulah alasan kami menggagas Festival Negeri Kami," ujar Atta, dikutip Senin, 26 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, gagasan FNK bermula dari diskusi bersama tim sekitar delapan bulan lalu. Kekayaan budaya Indonesia yang begitu luas sempat membuat tim kesulitan menentukan format acara.

"Budaya Indonesia sangat banyak, sampai kami sempat bingung harus membuat acara seperti apa. Akhirnya saya memutuskan: saya ingin mengumpulkan 38 provinsi Indonesia di satu tempat. Hari ini, alhamdulillah, cita-cita itu tercapai," tutur dia.
 



Kebudayaan aset ekonomi


Sementara itu, Dirjen Ahmad Mahendra mengatakan, festival ini menunjukkan komitmen Kementerian Kebudayaan untuk terus mendukung setiap upaya memajukan kebudayaan, termasuk Festival Negeri Kami..

Ia menilai FNK sebagai terobosan. "Biasanya hanya sebagian provinsi yang tampil. Sekarang 38 provinsi hadir bersama. Pawai seperti ini juga mendidik, karena membiasakan masyarakat menyaksikan keragaman Indonesia," ujar dia.

Ia menegaskan, pemajuan kebudayaan dijamin Pasal 32 UUD 1945 dan diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Indonesia tercatat memiliki 1.340 kelompok etnis, 718 bahasa daerah, 29.304 objek pemajuan kebudayaan, dan 3.277 warisan budaya takbenda yang telah ditetapkan.

"Bahasa daerah kita mewakili sekitar 10 persen bahasa di dunia. Dengan kekayaan sebesar ini, Indonesia bukan lagi diversity, melainkan mega diversity," tegas dia.

Kementerian Kebudayaan, lanjut dia, kini menaruh perhatian khusus pada TMII sebagai miniatur Indonesia, termasuk pembaruan anjungan bagi provinsi-provinsi baru. "Kekayaan budaya adalah aset ekonomi. Seni dan adat istiadat yang dikelola dan dikembangkan dengan baik akan menghasilkan kesejahteraan," pungkasnya.

Pembukaan FNK 2026 turut dihadiri sejumlah tamu kehormatan, kepala kantor penghubung sejumlah provinsi, serta para tamu undangan. Melalui festival ini, ICE berharap Festival Negeri Kami dapat tumbuh menjadi agenda budaya berkelanjutan yang memperkuat kebanggaan publik terhadap kekayaan budaya Indonesia.

Menurut ketua pelaksana FNK, Rifai Akif, mengumpulkan 38 provinsi dalam satu panggung bukanlah hal yang mudah, terlebih ada beberapa pemekaran provinsi yang usia muda seperti di Papua yang menjadi 6 provinsi. “Tapi hari ini, impian itu terwujud, perwakilan 38 provinsi berkumpul untuk berparade dan menampilkan keseniannya di panggung FNK,” Tutupnya.

(Ade Hapsari Lestarini)