Mensos Sebut Data Penerima Bansos Semakin Baik

Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Foto: Antara.

Mensos Sebut Data Penerima Bansos Semakin Baik

Gabriella Thesa Widiari • 11 October 2026 00:02

Jakarta: Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengungkapkan bahwa data penerima bantuan sosial (bansos) saat ini semakin baik dan akurat. Meski begitu, pembenahan akan terus dilakukan. 

"Apakah sekarang sudah akurat? Belum, masih butuh proses. Masih perlu waktu. Tetapi, dibanding dengan dua tahun yang lalu, dengan satu tahun yang lalu, data kita sekarang lebih aman," kata Saifullah dilansir dari Antara, Sabtu, 10 Oktober 2026.

Ia menegaskan pentingnya akurasi data agar penyaluran bansos tepat sasaran. Oleh karena itu, Kementerian Sosial (Kemensos) terus melakukan perbaikan data untuk perlindungan sosial. 

"Kalau datanya akurat pasti kita akan menyalurkan kepada orang yang tepat atau keluarga yang tepat. Tapi kalau datanya salah maka tentu kita akan menyalurkan kepada orang yang salah," ujar Saifullah

Ia mengungkapkan, Kemensos terus melakukan konsolidasi data sejak 2025 melalui berbagai saluran. Langkah strategis terbaru yang ditempuh adalah menerapkan program digitalisasi bansos.

"Di mana dengan digitalisasi bansos ini kita harapkan bisa meregistrasi ulang, mendaftar ulang seluruh penerima bansos," kata Saifullah.

Kemensos, kata Saifullah, juga membuka ruang pendaftaran bagi masyarakat luas yang ingin mendapatkan program perlindungan sosial. Proses verifikasi kelayakan tersebut nantinya akan diproses secara otomatis melalui sistem terintegrasi.

"Yang menjawab nanti adalah sistem, di mana sistem ini sudah terhubung dengan data-data yang dimiliki oleh pemerintah. Misalnya data kepemilikan tanah, data kepemilikan kendaraan bermotor," ujar Saifullah.


Ilustrasi. Foto: dok. MI.

Adapun basis data yang terhubung mencakup data pelanggan listrik hingga Dukcapil nasional. Seluruh data lintas instansi tersebut akan saling terhubung untuk memvalidasi pengajuan dari warga.

Ia menambahkan, Kemensos akan membuka dua jalur, yakni jalur pemerintah berjenjang dari tingkat RT/RW serta jalur pendaftaran mandiri oleh masyarakat. Pihaknya juga menyiagakan agen atau relawan perlindungan sosial untuk mendampingi warga yang terkendala akses gawai maupun pemahaman teknologi.

"Nanti sistem yang akan menjawab, apakah seseorang memenuhi syarat dan dinyatakan layak untuk menerima bansos atau tidak? Nah ini adalah hal yang baru dan memerlukan dukungan dari pemerintah dan masyarakat," kata Saifullah.

(Gabriella Thesa Widiari)