Ilustrasi Wall Street. Foto: Xinhua
Wall Street Bangkit, S&P Naik dan Nasdaq Melonjak Lebih dari 1%
Eko Nordiansyah • 20 October 2026 08:08
New York: Saham-saham AS sebagian besar ditutup lebih tinggi pada Senin, 19 Oktober 2026, bangkit kembali setelah aksi jual tajam pada sektor kecerdasan buatan (AI) yang menyebabkan kinerja mingguan terburuk di Wall Street sejak akhir Juni. Para investor kini mengalihkan perhatian mereka pada gelombang laporan laba kuartalan yang akan mulai dirilis minggu ini.
Dikutip dari Investing, Selasa, 20 Oktober 2026, indeks acuan S&P 500 naik 0,4 persen dan ditutup pada level 7.692,64 poin. Sementara indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi melonjak 1,1 persen dan berakhir di level 26.430,89 poin. Indeks unggulan Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,1 persen dan ditutup pada level 51.966,60 poin.
Tren investasi AI terus menjadi sorotan utama
Saham-saham yang terkait dengan AI, mulai dari sektor memori hingga semikonduktor, anjlok pekan lalu. Sentimen pasar terpukul akibat kekhawatiran mengenai persaingan dari perusahaan Tiongkok serta pendanaan masif yang bersumber dari utang.Aksi jual dipicu oleh laporan mengenai kemajuan yang dicapai oleh perusahaan Tiongkok, ChangXin Memory Technologies. Berita tersebut berdampak negatif pada saham tiga produsen cip memori terbesar, saham perusahaan AS, Micron Technology, merosot 14,6 persen sepanjang pekan. Sementara saham perusahaan Korea Selatan, Samsung Electronics dan SK Hynix, masing-masing anjlok sebesar 17,8 persen dan 24,3 persen.
Selanjutnya, saham perusahaan yang disebut sebagai "neocloud" mengalami tekanan. Penyedia layanan komputasi awan khusus ini berfokus pada penyewaan daya unit pemrosesan grafis (GPU) untuk keperluan pelatihan dan inferensi kecerdasan buatan (AI).
Sebuah laporan dari Gartner memprediksi pada 2030, 80 persen penyedia layanan neocloud diperkirakan tidak akan lagi beroperasi secara independen.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Xinhua)
CoreWeave, perusahaan neocloud terbesar yang didukung oleh Nvidia, mencatat penurunan lebih dari 25 persen pada pekan lalu, yang sebagian dipicu oleh anjloknya nilai obligasi perusahaan tersebut.
Penurunan ini mendorong pimpinan tertinggi Nvidia, Jensen Huang, untuk menyatakan keyakinannya terhadap posisi keuangan CoreWeave, seraya menegaskan bahwa perusahaan tersebut tidak memerlukan dukungan pendanaan tambahan (backstop).
Nebius, perusahaan sejenis di sektor neocloud, juga mengalami penurunan lebih dari 25 persen sepanjang pekan tersebut. Sementara itu, saham-saham sektor cip menjadi salah satu yang paling terpukul.
Indeks Semikonduktor Philadelphia (Philadelphia Semiconductor Index) mencatatkan penurunan selama delapan sesi berturut-turut hingga hari Jumat, rentetan penurunan terpanjang sejak Oktober 2008.
Lebih lanjut, laporan mengenai melambatnya pertumbuhan pendapatan di Anthropic, salah satu laboratorium pengembang AI terdepan, turut memperburuk sentimen pasar pekan lalu.
Gelombang laporan keuangan perusahaan dimulai
Kini perhatian beralih pada gelombang laporan laba kuartal ketiga (Q3) yang akan dimulai minggu ini dan semakin intensif hingga paruh pertama November. Agenda utama minggu ini mencakup pembaruan kuartalan kedua SpaceX sebagai perusahaan publik pada Selasa, bersamaan dengan rilis data terbaru dari Netflix. Pada Rabu, giliran Meta Platforms dan Tesla yang akan melaporkan kinerja mereka.Bagi SpaceX, para investor akan mencari tanda-tanda apakah perusahaan roket tersebut mampu memenuhi ekspektasi yang sepadan dengan valuasi masifnya; komentar dari CEO Elon Musk pun akan dicermati dengan saksama. Sementara untuk Tesla, kekuatan dalam bisnis inti kendaraan listrik akan menjadi sorotan utama.
Terkait SpaceX, pada hari Senin, Musk berjanji untuk memberikan satu lembar saham kepada setiap anak di Amerika Serikat tahun depan. Komitmen ini bernilai sekitar USD10,5 miliar, berdasarkan harga penutupan saham pada hari Jumat dan jumlah penduduk AS berusia di bawah 18 tahun yang mencapai sekitar 72 juta jiwa menurut Biro Sensus AS.
Di sisi lain, laporan keuangan Netflix akan dipantau untuk melihat bagaimana pelopor layanan *streaming* ini berencana mengatasi perlambatan pertumbuhan serta meningkatnya biaya konten.
Perusahaan tersebut baru saja mengumumkan pengurangan jumlah karyawan terbesar dalam lebih dari empat tahun terakhir. Terakhir, laporan Meta akan disimak untuk mencari informasi terbaru mengenai agen AI mereka yang sangat populer, Muse.
Aksi jual obligasi kembali terjadi menyusul protes di Prancis
Di luar sektor teknologi dan laporan laba, pasar pendapatan tetap (fixed-income) AS menarik perhatian pada Senin, dengan imbal hasil (yield) yang meningkat seiring dengan aksi jual obligasi.Langkah ini mencerminkan pola perdagangan serupa di Eropa, di mana biaya pinjaman tenor 10 tahun Prancis melonjak setelah serangkaian protes kekerasan yang terjadi di negara tersebut sepanjang akhir pekan.
Ribuan orang terlibat bentrokan dengan polisi di berbagai kota di Prancis dan melakukan penjarahan di sejumlah toko. Peristiwa ini memicu salah satu kerusuhan terburuk dalam beberapa tahun terakhir, di tengah kemarahan publik akibat melonjaknya biaya hidup dan kurangnya pendanaan untuk layanan publik. Sebelumnya, negara ini memang telah bergelut dengan krisis fiskal.
Di dalam AS, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah (Treasury) tenor 10 tahun naik 4,3 basis poin menjadi 5,143 persen, sementara imbal hasil tenor 2 tahun, yang lebih sensitif terhadap perubahan suku bunga, naik 3,2 basis poin menjadi 4,768 persen.