WIKA garap struktur baja untuk proyek tol Serang-Panimbang. Foto: dok WIKA.
Proyek Tol Serang-Panimbang Perkuat Konektivitas Banten Selatan
Ade Hapsari Lestarini • 3 November 2026 17:52
Jakarta: Pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi 3 (Cileles-Panimbang) Fase 2 Paket 1 terus berjalan dengan melibatkan pekerjaan fabrikasi dan pemasangan struktur steel box girder atau gelagar kotak baja.
Pekerjaan tersebut ditangani PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (WIKAIKON), anak perusahaan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA). Kehadiran infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas wilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung distribusi barang dan akses menuju kawasan industri maupun destinasi wisata di Banten Selatan.
Dalam proyek ini, pekerjaan dilakukan secara terintegrasi, mulai dari fabrikasi, pengiriman, perakitan, hingga pemasangan struktur di lokasi proyek. Struktur gelagar yang dikerjakan terdiri atas empat bentang dengan panjang masing-masing 70 meter.
Setiap bentang memiliki enam jalur gelagar sehingga total terdapat 24 jalur gelagar yang tersusun dari 168 segmen. Bobot gelagar terberat mencapai 240 ton.
Seluruh komponen diproduksi di Pabrik Fabrikasi Baja WIKAIKON di Majalengka, Jawa Barat, yang memiliki kapasitas produksi hingga 65 ribu ton baja per tahun. Setiap komponen menjalani pemeriksaan mutu untuk memastikan material, dimensi, sambungan, dan bentuk struktur sesuai dengan spesifikasi teknis proyek.
Direktur Utama WIKAIKON Tri Prabowo mengatakan keterlibatan perusahaan dalam proyek tersebut menunjukkan kemampuan dalam menangani pekerjaan struktur baja dengan tingkat kompleksitas tinggi.
"Pekerjaan Steel Box Girder pada Proyek Tol Serang–Panimbang menjadi salah satu wujud kemampuan WIKAIKON dalam menghadirkan solusi struktur baja secara terintegrasi, mulai dari proses fabrikasi hingga pemasangan di lapangan," ungkap Tri Prabowo dalam keterangan tertulis, Selasa, 3 November 2026.

Pemasangan gunakan crane berkapasitas 500 ton
Setelah proses fabrikasi selesai, komponen gelagar dikirim ke lokasi proyek untuk dirakit sebelum dipasang. Mengingat ukuran dan bobotnya yang besar, pemindahan komponen menggunakan kendaraan angkut khusus dengan banyak roda. Proses pengangkatan dan pemasangan gelagar dilakukan menggunakan crane berkapasitas 450 ton dan 500 ton.
Sebelum pengangkatan, tim proyek memeriksa kesiapan struktur, peralatan angkat, jalur perpindahan, dan area kerja. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pemasangan berlangsung aman dan presisi.
Dalam pelaksanaannya, WIKAIKON menerapkan sistem manajemen mutu, lingkungan, serta keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang mengacu pada standar ISO 9001, ISO 14001, dan ISO 45001. Perusahaan juga menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012.
"Dengan dukungan fasilitas produksi, kompetensi engineering, kesiapan peralatan, serta penerapan standar mutu dan keselamatan kerja, kami berkomitmen menghasilkan pekerjaan yang berkualitas, presisi, dan memenuhi kebutuhan proyek," tutup Tri Prabowo.