Airlangga Klaim Ekonomi RI Kuartal III 2026 Lebih Baik dari Negara Anggota G20

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Metrotvnews.com/Tiaranissa Juliansyah

Airlangga Klaim Ekonomi RI Kuartal III 2026 Lebih Baik dari Negara Anggota G20

Gervin Nathaniel Purba • 5 November 2026 17:59

Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai pertumbuhan ekonomi RI sebesar 5,47 persen pada kuartal III 2026, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi sejumlah negara anggota G20. Bahkan unggul dari Tiongkok yang pertumbuhan ekonominya sebesar 4,5 persen.
 
"Pertumbuhan sebesar 5,47 persen secara year on year (yoy) dan secara kumulatif year to date-nya pada angka 5,45 persen. Capaian ini lebih tinggi dari berbagai negara lain di negara G20, seperti Tiongkok di angka 4,5 persen, Korea Selatan 3,4 persen, Jerman 1,2 persen, bahkan Jepang di angka 0,7 persen. India tumbuh lebih tinggi yaitu di angka 7,8 persen," ujar Airlangga dalam Konferensi Pers Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal III 2026 di Jakarta, Kamis, 5 November 2026.
 
Airlangga menambahkan, sejumlah lembaga internasional, seperti IMF, OECD, dan ADB, turut melihat perkembangan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selain perbandingan dengan negara lain, capaian pertumbuhan tersebut didukung oleh sejumlah komponen permintaan domestik serta kinerja berbagai lapangan usaha.

 
 

Pertumbuhan ekonomi ditopang konsumsi domestik

 

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2026 ditopang oleh permintaan domestik. Terutama konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah. Konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,04 persen dengan kontribusi mencapai 51,97 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.
 
Sementara itu, konsumsi pemerintah mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,95 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan pertumbuhan pada periode tahun sebelumnya yang tercatat sekitar 5,69 persen.




(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
 
 

Ekspor tumbuh 4,58%

 

Dari sisi perdagangan, ekspor tumbuh 4,58 persen, lebih tinggi dibandingkan kuartal II yang sebesar 4,07 persen. Adapun impor tumbuh 7,31 persen, terutama untuk memenuhi kebutuhan produksi, investasi, bahan baku, dan barang modal.
 
"Kalau kita lihat pertumbuhan di kuartal tiga juga didukung oleh beberapa sektor antara lain sektor industri pengolahan itu kontribusinya sebesar 19,22 persen dan ini tumbuhnya di atas pertumbuhan ekonomi, jadi pertumbuhannya cukup kencang untuk industri di 5,87 persen," kata Airlangga.
 
Airlangga merinci, sejumlah subsektor industri juga mencatatkan pertumbuhan positif. Industri makanan dan minuman (mamin) tumbuh 7,09 persen, kimia dan farmasi sekitar 8,1 persen, logam dasar sebesar 9,94 persen, serta industri otomotif tumbuh 6,14 persen. Kinerja tersebut antara lain berkaitan dengan kebijakan hilirisasi, investasi, dan peningkatan produksi.
 
Selain industri pengolahan, sektor jasa turut menunjukkan pertumbuhan kuat. Sektor akomodasi dan makan minum tumbuh 11,22 persen, jasa keuangan 8,47 persen, serta informasi dan komunikasi mencapai 7,13 persen. Kontribusi industri digitalisasi terhadap perekonomian juga disebut meningkat menjadi sekitar 4,28 persen.
 
Sementara itu, sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,42 persen pada kuartal III 2026. Kinerja sejumlah sektor tersebut melengkapi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,47 persen secara tahunan pada periode Juli-September 2026. (Tiaranissa Juliansyah)
 

(Gervin Nathaniel Purba)