Kualitas Udara Tidak Sehat, Siswa PAUD-SMP di Batam Belajar dari Rumah

Tampak kabut asap yang menyelimuti Kota Batam, Kepri, pada Senin (28/9/2026). ANTARA/Amandine Nadja

Kualitas Udara Tidak Sehat, Siswa PAUD-SMP di Batam Belajar dari Rumah

Whisnu Mardiansyah • 29 September 2026 14:48

Batam: Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mengalihkan pembelajaran tatap muka (PTM) menjadi belajar dari rumah (BDR) bagi siswa PAUD, SD, dan SMP, baik negeri maupun swasta, mulai Selasa, 29 September 2026.

Kebijakan tersebut diberlakukan menyusul kondisi kualitas udara di Kota Batam yang terdampak kabut asap. Pemerintah Kota Batam mengambil langkah tersebut sebagai tindak lanjut Surat Edaran Wali Kota Batam Nomor 47 Tahun 2026 tentang Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan terhadap Kabut Asap di Wilayah Kota Batam.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan mengatakan penerapan BDR berlaku mulai 29 September 2026 hingga kondisi kualitas udara dinilai membaik dan aman untuk kembali menggelar pembelajaran tatap muka.

“Surat edaran Wali Kota Batam memberlakukan BDR dari hari ini untuk PAUD, SD, SMP, sampai waktu yang belum ditentukan,” kata Hendri saat dikonfirmasi di Batam, seperti dilansir Antara, Selasa, 29 September 2026.

Berdasarkan surat edaran tersebut, indeks kualitas udara langsung atau Air Quality Index (AQI) pada Senin, 28 September 2026, pukul 14.00 WIB tercatat 149 dan masuk kategori tidak sehat.

Hendri mengatakan kebijakan BDR akan dievaluasi secara berkala dengan melihat perkembangan kualitas udara di wilayah Batam. Jika kondisi udara kembali membaik dan dinyatakan aman, Dinas Pendidikan akan mengeluarkan pemberitahuan untuk pelaksanaan PTM.

“Kalau seandainya memang sudah membaik, ya kita tentu surati kembali untuk pembelajaran tatap muka,” ujarnya.
 


Dalam penerapan BDR, setiap sekolah diberikan keleluasaan menyesuaikan metode pembelajaran dengan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan akses siswa terhadap sarana pembelajaran.

Pada tahap awal, sekolah dapat memberikan tugas kepada siswa. Metode pembelajaran selanjutnya dapat dikembangkan secara daring, termasuk melalui pertemuan menggunakan aplikasi konferensi video.

“Pembelajaran tetap harus berlangsung meskipun siswa tidak datang ke sekolah,” katanya.

Meski kegiatan belajar siswa dialihkan ke rumah, para guru tetap menjalankan aktivitas dari sekolah karena fasilitas pendukung pembelajaran berada di satuan pendidikan.

Kepala sekolah bertugas menyusun skenario pembelajaran, penugasan, dan bahan ajar dengan menyesuaikan kondisi serta keterbatasan akses siswa di wilayah masing-masing.


Kabut asap menyelimuti perairan di Pulau Bintan, Kepulauan Riau, Senin, 14 September 2026. ANTARA/Ogen


Sekolah juga diminta berkoordinasi dengan orang tua atau wali murid untuk memantau perkembangan pembelajaran dan kondisi kesehatan anak selama pelaksanaan BDR. Presensi serta aktivitas belajar siswa juga perlu didokumentasikan.

Selain itu, kepala sekolah melakukan supervisi dan menyampaikan laporan secara berkala kepada Dinas Pendidikan Kota Batam. Laporan mencakup pelaksanaan BDR, perkembangan kualitas udara, serta kondisi kesehatan warga sekolah.

Hendri mengingatkan orang tua agar pengalihan pembelajaran ke rumah tidak dimaknai sebagai kesempatan bagi anak untuk tetap melakukan aktivitas di luar rumah.

“Kami harapkan kepada orang tua tetap memantau dan membatasi aktivitas anak. Pemerintah Kota Batam mengarahkan mereka belajar di rumah tapi nanti di rumah mereka keluar juga, kan percuma,” ujarnya.

Orang tua diminta mendampingi anak selama mengikuti pembelajaran dari rumah dan membatasi kegiatan di ruang terbuka selama kondisi kualitas udara belum membaik.

Selain itu, keluarga diimbau menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah.

(Whisnu M)