Leader of People & Organizational Performance Practice, SEA McKinsey & Company Philia Wibowo. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga.
Ini Syarat Indonesia Jadi Negara Maju di 2045
Eko Nordiansyah • 8 October 2026 11:26
Jakarta: McKinsey & Company menyebut Indonesia bisa menjadi negara maju pada 2045 dengan syarat pertumbuhan ekonomi 5,4 persen per tahun dalam 20 tahun terakhir. Selama beberapa tahun terakhir, ekonomi Indonesia sudah berada di atas lima persen.
Leader of People & Organizational Performance Practice, SEA McKinsey & Company Philia Wibowo, mengatakan, pertumbuhan ekonomi sudah tumbuh lima persen. Namun, 60 persennya didorong oleh produktivitas dan 40 persen sisanya dari penambahan demografi.
"Ke depan 90 persen harus dari prodiktivitas karena sacara natural memang menurun demografinya," kata Philia dalam acara 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kerja Nyata Melanjutkan Asta Cita yang diselenggarakan Metro TV di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026.
Ia menyebut pemerintah perlu mendorong masuknya investasi dari perusahaan menengah dan besar untuk mendorong produktivitas. Menurutnya, pemerintah juga perlu membuka lebih banyak lapangan kerja di sektor formal.
"Kalau kita benchmark, di tempat kita hanya 20 persen employment datang dari medium dan big companies. Di tempat lain kalau kita mau jadi negara maju harus dua kali lipat, 40 persennya di medium and large companies," ujarnya.

2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kerja Nyata Melanjutkan Asta Cita yang diselenggarakan Metro TV di Hotel Indonesia Kempinski. Metrotvnews.com/Duta Erlangga.
Strategi Dorong Investasi
Philia menjelaskan strategi yang bisa dilakukan adalah mencapai lima capital. Pertama, financial capital (modal finansial), dimana modal untuk perusahaan kecil harus didorong naik lima kali lipat, sedangkan modal untuk perusahaan menengah dan besar naik dua kali lipat.Kedua, human capital (sumber daya manusia), melalui akselerasi reskilling dan upskilling sehingga modal yang masuk dapat diserap dengan ketersediaan sumber daya manusia yang memadai. Upaya ini juga bisa dilakukan pemerintah, BUMN, bersama dengan swasta.
"Kemudian ada infrastructure capital, entrepreneur capital, dan institutional capital yaitu regulasi yang mendukung," ungkapnya.