Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria. Foto: Metrotvnews.com/ Duta Erlangga
Danantara Tepis Isu Merger Pelni dan Pelindo
Andika Fauzan Azhari • 8 October 2026 13:42
Jakarta: Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menepis isu rencana penggabungan (merger) antara PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo).
Dony menegaskan kedua BUMN tersebut memiliki model bisnis yang berbeda sehingga tidak akan disatukan.
"Ya pasti enggak di-merger, karena memang itu dua bisnis yang berbeda. Saya enggak pernah sampaikan Pelni dan Pelindo akan merger. Satu adalah port, satu lagi adalah transportasi," ujar COO Danantara Dony Oskaria dalam acara 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026.
Dony menjelaskan bahwa pemerintah tetap mencermati bisnis model masing-masing perusahaan sebelum mengambil keputusan konsolidasi. Meski sama-sama beroperasi di sektor maritim, Pelindo bergerak di industri kepelabuhanan (port industry), sedangkan Pelni fokus pada jasa pelayaran dan transportasi penumpang.
Menurut dia, skema merger tidak bisa dipaksakan hanya karena berada di sektor yang terlihat serupa. Setiap entitas memiliki praktik terbaik (best practice) industri yang berbeda.
Fokus Merger pada Sektor Usaha Sejenis
Dony menambahkan bahwa Danantara hanya memprioritaskan konsolidasi untuk BUMN yang memiliki bidang usaha benar-benar sama guna meningkatkan efisiensi."Yang sama dulu yang kita lakukan merger. Ya misalnya kayak asuransi jelas sama kita merger, aset manajemen kita merger, kemudian kawasan industri kita merger. Ini kita lakukan efisiensi," tambah Dony.
Sementara untuk PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Dony membuka kemungkinan konsolidasi jika ada perusahaan pelayaran lain yang memiliki kesamaan bisnis (uniqueness). Namun, seluruh rencana tersebut masih dalam tahap pertimbangan mendalam agar memberikan dampak positif bagi industri dan pembukaan lapangan kerja.