Pihak Keluarga Minta Kematian Tak Wajar Dokter Mawartih  Diusut Tuntas

Pihak Keluarga Minta Kematian Tak Wajar Dokter Mawartih Diusut Tuntas

14 March 2023 09:24

Duka menyelimuti kediaman almarhum dokter Mawartih Susantiy di Makassar, Sulawesi Selatan, (Selasa/14/3/2023). Pihak keluarga meminta pengusutan tuntas atas kematian Marartih yang dianggap tidak wajar. 

Jenazah dokter Marartih Susantiy dimakamkan di TPU Kristen Panaikang, Makassa, Sulsel, Senin, (13/3/2023). Jenazah sempat disemayamkan di rumah duka selama beberapa hari sebelum akhirnya diantar para kerabat ke tempat peristirakatan terakhir.

Setibanya jenazah Mawartih dari Papua, ia sempat dilakukan autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Autopsi dilakukan sebagai bentuk pengusutas atas kematiannya yang dinilai tidak wajar. Diduga, kematian dokter Mawartih lantaran adanya tindak kekerasan. 

Selama kurun waktu lima tahun ia mengabdi di Nabire, Papua, usai dirinya mendapat gelar dokter spesialis paru-paru. Rencananya, ia akan bertolak ke Jakarta untuk mengikuti tes di salah satu rumah sakit di wilayah Tangerang. Namun, satu hari sebelum keberangkatannya, ia ditemukan tewas  dikediamannya di Papua.

Mawartih ditemukan tewas di rumah dinasnya di Papua dalam keadaan mulut berbusa, Kamis (9/3/2023). Selain itu, pada tubuh jenazah juga ditemukan luka lebam serta jeratan. Hal itu yang dinilai janggal oleh pihak keluarga. Sehingga, keluarga berharap kematian anggota keluarganya dapat diusut tuntas.

"Ada luka lebam seperti bekas cekikan di leher (Mawartih)," ucap Ibunda korban, Martawara.

Budi Gunadi Sadikin selaku Menteri Kesehatan pun sudah mengunjungi rumah duka. Ia memberi penghargaan kepada Marartih untuk dedikasinya sebagai dokter. 

Selain itu, Menteri Budi juga berjanji akan mengusut tuntas kasus tersebut. Ia mengatakan akan bekerjasama dengan pihak kepolisian dan berharap penyelidikan dilakukan secara transparan.

(Heri Dwi Okta R)