Kegiatan penyemaian garam di langit Provinsi Riau melalui operasi modifikasi cuaca dengan pesawat bantuan BNPB. ANTARA/HO-Pemprov Riau
Atasi Karhutla, 3 Ton Garam Disemai di Langit Siak dan Bengkalis
Silvana Febiari • 19 February 2026 12:48
Pekanbaru: Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Riau telah menyemai 3 ton garam untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Fokus operasi ini berada wilayah pesisir, yakni Kabupaten Siak dan Bengkalis.
Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau Jim Gafur mengatakan kedua daerah tersebut masing-masing dilaksanakan sebanyak satu sortie. Setiap sortienya sebanyak satu ton garam (NaCl) disemai.
"Pada hari pertama pelaksanaan OMC, garam yang disemai sebanyak satu ton, sehingga saat ini sudah tiga ton garam disemai melalui kegiatan OMC,” katanya, dikutip dari Antara, Kamis, 19 Februari 2026.
Pelaksanaan OMC di Riau menggunakan Pesawat Cessna Grand Caravan 208B Reg : PK-AKR bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Selain untuk pemadaman titik api, operasi ini juga untuk pembasahan lahan yang rawan karhutla.
Berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan mulai berkurang di Riau. OMC rencananya dilakukan selama satu pekan dengan bahan semai Natrium klorida (NaCl) yang tersedia sebanyak 8.500 kilogram atau 8,5 ton.

Pemadaman lahan di Riau. (Istimewa)
Sementara untuk kondisi karhutla, saat ini tim gabungan masih melakukan upaya pemadaman dan pendinginan di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis. Di lokasi ini, masih ditemukan asap tipis di lokasi yang terbakar sebelumnya.
“Di Rupat tinggal asap tipis dan saat ini masih dilaksanakan pendinginan oleh tim gabungan,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Riau menetapkan status siaga darurat karhutla pada 13 Februari lalu. Setelah itu, BPBD Damkar Riau langsung meminta dukungan dari pemerintah pusat berupa helikopter water bombing, patroli dan juga operasi modifikasi cuaca.