Iran Tutup Sementara Jalur Minyak Dunia di Selat Hormuz

Selat Hormuz jadi perairan penting dalam rute perdagangan minyak. Foto: Anadolu

Iran Tutup Sementara Jalur Minyak Dunia di Selat Hormuz

Fajar Nugraha • 18 February 2026 14:07

Teheran: Pemerintah Iran mengumumkan, pada Selasa, 17 Februari, penutupan sementara Selat Hormuz guna melaksanakan latihan militer dengan peluru tajam.

Langkah ini diambil bertepatan dengan berlangsungnya perundingan nuklir tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat (AS) di Jenewa.

Penutupan ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan Teheran sejak AS mulai meningkatkan ancaman militer dan mengirimkan alutsista ke kawasan tersebut.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur perairan internasional yang sangat krusial, mengingat 20 persen pasokan minyak dunia melintasi wilayah tersebut setiap harinya.

Garda Revolusi Iran mulai menggelar latihan tempur sejak Senin pagi yang mencakup wilayah Selat Hormuz, Teluk Persia, dan Teluk Oman. Berdasarkan laporan media pemerintah, militer Iran melepaskan sejumlah tembakan rudal ke arah selat dan menutup akses bagi pelayaran komersial selama beberapa jam dengan alasan keamanan maritim.

“Rudal yang diluncurkan dari wilayah daratan dan pesisir Iran berhasil mengenai target di perairan selat tersebut. Ini merupakan latihan militer kedua yang melibatkan penggunaan peluru tajam di Selat Hormuz dalam beberapa pekan terakhir,” ucap laporan dari Kantor berita Tasnim, seperti dikutip dari Anadolu, Rabu 18 Februari 2026.

Sementara latihan militer berlangsung, perundingan nuklir antara kedua negara dilakukan di kediaman utusan Oman di Jenewa. Perundingan yang berlangsung selama hampir tiga jam tersebut dilakukan secara tidak langsung melalui mediator.

Laporan televisi pemerintah Iran menegaskan bahwa negosiasi ini hanya fokus pada program nuklir dan tidak membahas kebijakan domestik Iran, termasuk tindakan keras pemerintah terhadap aksi protes bulan lalu. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump telah berulang kali mengancam akan menggunakan kekuatan militer untuk memaksa Iran membatasi program nuklirnya, yang dibalas Iran dengan peringatan serangan balasan serupa.

Perundingan di Jenewa ini merupakan kelanjutan dari babak pertama yang diadakan di Oman pada 6 Februari lalu. Ketegangan antara Teheran dan Washington terus meningkat setelah AS mengecam keras pelanggaran hak asasi manusia terhadap pengunjuk rasa di Iran serta menuntut pembatasan ketat atas kapasitas nuklir negara tersebut.

(Kelvin Yurcel)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)