Lokasi ledakan di Kompleks Perumahan Nelayan, Jalan Walter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor. (Dokumentasi/ Istimewa)
Polda Papua Imbau Warga Biak Numfor Waspada Benda Diduga Sisa Perang Dunia II
Silvana Febiari • 1 June 2026 14:29
Jayapura: Polda Papua mengimbau masyarakat di Kabupaten Biak Numfor dan wilayah lainnya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap benda-benda mencurigakan yang diduga merupakan sisa peninggalan perang. Jika menemukan benda mencurigakan, masyarakat diminta segera melaporkannya ke polisi.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Biak Numfor dan daerah lainnya yang memiliki sejarah peninggalan Perang Dunia II, apabila menemukan benda yang dicurigai berbahaya agar tidak disentuh, dipindahkan, ataupun dibongkar. Segera laporkan kepada kantor kepolisian terdekat, baik Polsek maupun Polres, agar dapat ditangani dengan cepat," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito di Jayapura, Senin, 1 Juni 2026.
Polda Papua melalui Polres Biak Numfor terus melakukan penanganan intensif terkait peristiwa ledakan di Kompleks Perumahan Nelayan, Jalan Walter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, sekitar pukul 14.45 WIT, Minggu, 31 Mei 2026. Ledakan itu diduga berasal dari bom atau mortir sisa peninggalan Perang Dunia II.
Cahyo menegaskan saat ini seluruh pihak masih berfokus pada upaya kemanusiaan, termasuk pencarian korban, penanganan korban luka, serta pengamanan lokasi. "Saat ini fokus utama kami adalah proses evakuasi, pencarian korban yang masih belum ditemukan, serta memastikan masyarakat di sekitar lokasi tetap aman. Seluruh personel di lapangan bekerja maksimal dan berkoordinasi dengan instansi terkait dalam penanganan kejadian ini," ujar Cahyo
Berdasarkan data yang diperoleh hingga Senin, tercatat lima orang meninggal dunia akibat ledakan tersebut, yakni Deflin Raubaba (41), Moris Raubaba (24), Karmila Ayorbaba (25), Israel Raubaba (7), dan Isril Raubaba (5).
Saat ini, seluruh jenazah korban telah dievakuasi dan berada di RSUD Biak untuk proses identifikasi serta penanganan lebih lanjut. Berdasarkan hasil koordinasi dengan keluarga korban dan pemerintah setempat, rencananya seluruh korban meninggal dunia akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Surido, Distrik Biak Kota.
(1).jpeg)
Tim Jibom Gegana Polda Papua. (Dokumentasi/ Istimewa)
Sementara itu, tiga orang lainnya hingga saat ini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan, Yulianus Raubaba (26), Lai Madura (45), dan Anis Marandof (27). Selain korban meninggal dan yang masih dalam pencarian, sebanyak 19 orang dilaporkan mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis.
Hingga saat ini, tim gabungan masih terus melaksanakan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan. Sementara lokasi kejadian tetap berada dalam pengamanan aparat kepolisian guna kepentingan evakuasi dan penyelidikan lebih lanjut.
Untuk mendukung proses penanganan lokasi kejadian, Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satbrimob Polda Papua dijadwalkan bertolak ke Kabupaten Biak Numfor pada siang hari ini. Kehadiran tim Jibom bertujuan untuk melakukan sterilisasi sekaligus penanganan tempat kejadian perkara guna memastikan tidak terdapat benda berbahaya lainnya yang berpotensi mengancam keselamatan petugas maupun masyarakat sekitar.
"Kami tidak ingin mengambil risiko. Tim Jibom akan melakukan penyisiran dan sterilisasi secara menyeluruh karena masih dimungkinkan terdapat benda-benda berbahaya lainnya di sekitar lokasi ledakan," jelasnya.
.jpeg)
Polda Papua melalui Polres Biak Numfor terus melakukan penanganan intensif terkait peristiwa ledakan di Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor. (Dokumentasi/ Istimewa)
Lebih lanjut, kata Cahyo, fokus utama penanganan yang dilakukan Polda Papua melalui Polres Biak Numfor saat ini adalah mengamankan lokasi kejadian, membantu penanganan para korban, serta melakukan pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan. Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan melalui koordinasi bersama Pemerintah Daerah, Basarnas, TNI-Polri, tenaga kesehatan, dan komunitas nelayan setempat.