Minat Konsumen Tinggi, Pasar Jam Tangan Premium di Indonesia Tumbuh Pesat

Ilustrasi. Foto: Dok Watch Gecko

Minat Konsumen Tinggi, Pasar Jam Tangan Premium di Indonesia Tumbuh Pesat

Eko Nordiansyah • 24 May 2026 16:21

Jakarta: Pasar jam tangan premium di Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan di tengah tekanan daya beli masyarakat kelas menengah. Tren ini terlihat dari meningkatnya minat konsumen terhadap produk luxury lifestyle yang tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk waktu, tetapi juga simbol gaya hidup dan investasi personal.

Laporan Statista memperkirakan pasar jam tangan di Indonesia mencapai USD 875,11 juta pada 2025 dengan pertumbuhan tahunan sekitar 7,16 persen hingga 2030. Sementara itu, pasar luxury watches & jewelry Indonesia diproyeksikan mencatat pendapatan USD 12,79 juta pada 2025 dengan pertumbuhan tahunan 5,25 persen hingga 2029 didorong pertumbuhan kelas menengah.   

Secara regional, Asia Pasifik kini menjadi motor utama industri jam tangan mewah global. Grand View Research mencatat pasar luxury watch Asia Pasifik mencapai USD9,15 miliar pada 2025 dan diperkirakan tumbuh dengan compound annual growth rate (CAGR) 4,9 persen hingga 2033. Kawasan ini menyumbang lebih dari 54 persen pasar jam tangan mewah global.

"Kami melihat pencinta jam tangan premium di Indonesia sekarang semakin jeli. Mereka tidak cuma cari yang kelihatan mewah, tapi juga punya cerita dan karakter yang kuat," Marketing Communication Herbelin Kasih Rama dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 24 Mei 2026.

Di tengah persaingan global, merek jam tangan asal Prancis, Herbelin, mencatat dua koleksi yang paling banyak diminati pasar Indonesia, yakni Newport Héritage Chronograph dan Cap Camarat Automatic Chronograph. Fenomena tersebut sejalan dengan laporan pasar jam tangan global yang menunjukkan segmen luxury watch tetap resilien. 

"Itulah alasan kenapa Newport Héritage dan Cap Camarat ini jadi best seller di sini. Kedua koleksi ini berhasil menjadi jam tangan yang mempunyai segala fungsi dapat dipakai ke meeting formal oke, dibawa santai di akhir pekan juga masuk banget. Benar-benar definisi gaya sporty-chic yang fleksibel," ujar Kasih.



(Ilustrasi Herbelin Newport Héritage Chronograph. Foto: Dok istimewa)

Pertumbuhan industri jam premium

Firma riset pasar Deloitte dalam Swiss Watch Industry Study sebelumnya mencatat konsumen Asia, termasuk Asia Tenggara, masih menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan industri jam premium, terutama untuk kategori sports luxury dan mechanical watches. Di Indonesia, tren serupa terlihat dari meningkatnya minat kolektor jam tangan bergaya retro 1970-an.

Newport Héritage Chronograph menyasar konsumen yang menyukai nuansa neo-vintage sporty dengan sentuhan nautical elegance. Jam tangan ini menggunakan Swiss-made quartz chronograph movement Ronda dengan akurasi hingga 1/10 detik dan ketahanan air 100 meter.

Sementara Cap Camarat Automatic Chronograph bermain di segmen sports luxury yang saat ini menjadi salah satu kategori paling diminati di industri horologi. Model tersebut dibekali mesin automatic chronograph Sellita SW510 dengan cadangan daya 62 jam serta desain integrated bracelet bergaya 1970-an.

"Pasar jam tangan premium di Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan meski ekonomi global dibayangi perlambatan. Kondisi tersebut ditopang meningkatnya konsumsi kelas menengah atas, tren “quiet luxury”, serta tumbuhnya minat generasi muda terhadap produk horologi premium," ujar dia.

Di tengah tren jam tangan premium yang semakin didorong oleh perubahan perilaku konsumen muda, merek-merek premium memanfaatkan pertumbuhan komunitas watch enthusiast di Indonesia yang semakin aktif, terutama di kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya. 

"Kombinasi pertumbuhan ekonomi, meningkatnya disposable income, serta tren luxury lifestyle membuat pasar jam tangan premium nasional masih dinilai memiliki ruang ekspansi dalam beberapa tahun ke depan," ungkapnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)