Jelang Iduladha, Perajin Tusuk Sate di Tulungagung Kewalahan Terima Order

Perajin tusuk sate di Tulungagung, Jawa Timur. Metro TV

Jelang Iduladha, Perajin Tusuk Sate di Tulungagung Kewalahan Terima Order

Dwi Wianto • 19 May 2026 11:47

Tulungagung: Menjelang perayaan Hari Raya Iduladha, para perajin tusuk sate di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, kewalahan menghadapi lonjakan pesanan. Volume permintaan meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan dengan hari-hari biasa.

Mereka mengaku tidak mampu memenuhi seluruh order yang masuk. Salah satunya adalah Sukamto, warga Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu, yang telah menekuni pembuatan tusuk sate selama 10 tahun terakhir. Menjelang Lebaran Iduladha, jumlah pesanan tusuk sate miliknya melonjak hingga dua kali lipat dibandingkan dengan kondisi normal.

Dalam proses produksinya, Sukamto telah menggunakan mesin rakitan sendiri untuk mempermudah pekerjaan. Cara ini dinilainya mampu menekan biaya produksi. Proses pembuatan tusuk sate melalui delapan tahapan, mulai dari pemilahan bambu, pemotongan, penjemuran, hingga proses peruncingan dan pengemasan. Menariknya, seluruh proses masih dikerjakan sendirian tanpa bantuan tenaga kerja tambahan.

"Saya sudah sepuluh tahun membuat tusuk sate. Jelang Iduladha ini pesanan naik dua kali lipat. Meski pakai mesin rakitan sendiri, saya tetap kewalahan memenuhi permintaan," ujar Sukamto, Senin, 18 Mei 2026.
 


Dalam satu hari, Sukamto mampu memproduksi sebanyak 20-25 ribu tusuk sate. Namun, jumlah tersebut masih belum mampu memenuhi tingginya permintaan pasar. Meskipun permintaan meningkat secara signifikan menjelang Iduladha, Sukamto memastikan bahwa harga jual tetap stabil, yakni Rp16.000 per 1.000 biji.

"Harga tetap saya pertahankan Rp16.000 per seribu biji. Tidak saya naikkan meski pesanan sedang tinggi-tingginya," tambahnya.


Ilustrasi Hewan Kurban. MI

Selain momen Iduladha, pesanan tusuk sate ini juga meningkat saat momentum Idulfitri dan musim hajatan. Adapun tantangan yang masih dihadapi oleh Sukamto adalah faktor cuaca. Proses penjemuran yang bergantung pada sinar matahari membuat produksi terhambat ketika hujan turun. Sebagai solusi, ia terpaksa menggunakan oven untuk mengeringkan tusuk sate.

"Kendala terbesar cuaca. Kalau hujan, penjemuran terganggu. Terpaksa pakai oven," kata Sukamto.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)