Modifikasi Cuaca Difokuskan di Lokasi Longsor Pasirlangu Bandung Barat

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto.

Modifikasi Cuaca Difokuskan di Lokasi Longsor Pasirlangu Bandung Barat

Roni Kurniawan • 25 January 2026 06:48

Bandung: Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengatakan upaya modifikasi cuaca akan disiapkan pada hari kedua proses evakuasi korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Upaya tersebut dilakukan untuk mempercepat proses evakuasi korban yang mencapai 81 orang belum ditemukan.

Menurut Bima, langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi cuaca ekstrem yang berpotensi menghambat proses pencarian warga yang masih tertimbun material longsor. Hal itu sudah dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Cuaca memang harus diantisipasi. Kami mendapat informasi dari Pak Gubernur bahwa modifikasi cuaca akan dilakukan besok," ujar Bima saat meninjau warga yang mengungsi di posko Desa Pasirlangu pada Sabtu malam, 24 Januari 2026.

Modifikasi cuaca rencananya akan difokuskan di wilayah Kecamatan Cisarua. Langkah ini diharapkan dapat mendukung kelancaran proses evakuasi, mengingat medan pencarian cukup sulit.

"Modifikasi cuaca akan difokuskan di wilayah ini agar evakuasi bisa berjalan optimal. Ini juga merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo, dan saya diminta untuk mengecek kondisi di lapangan," jelas Bima.
 


Selain meninjau lokasi longsor, Bima juga mengecek kondisi pengungsi di posko pengungsian Desa Pasirlangu. Ia memastikan para pengungsi tidak akan tinggal terlalu lama di pengungsian karena adanya jaminan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Pemkab Bandung Barat sudah bergerak cepat menyiapkan tempat pengungsian. Selanjutnya, para pengungsi akan diberikan insentif untuk menyewa hunian sementara selama dua bulan," ungkap Bima.


Longsor di Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Metrotvnews.com/Roni Kurniawan

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menuturkan operasi pencarian korban longsor pada hari pertama telah ditutup. Hasil sementara, tim SAR menemukan sembilan korban meninggal dunia dalam kondisi utuh serta satu bagian tubuh korban di lokasi berbeda.

“Pencarian hari ini kami tutup dengan hasil sembilan korban ditemukan utuh, satu bagian tubuh, dan 81 orang masih dalam pencarian. Operasi akan dilanjutkan besok mulai pukul 07.00 WIB, dengan dukungan modifikasi cuaca seperti yang disampaikan Pak Gubernur," tandas Ade.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)