Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto dalam penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta, Minggu (28/6/2026). (ANTARA/YouTube Sekretariat Presiden/Fathur Rochman)
Pangkas BUMN Jadi 250, Presiden Ingin Lebih Efisien dan Transparan
Achmad Zulfikar Fazli • 28 June 2026 15:12
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menargetkan jumlah badan usaha milik negara (BUMN) dipangkas dari 1.000 lebih menjadi sekitar 250 perusahaan. Pemangkasan dilakukan untuk mewujudkan BUMN yang lebih efisien dan transparan.
"Kita mau sekarang rasional, efisien, dan ini kita buktikan, dan ini kita lakukan. Saya minta dalam tahun ini harus selesai, ya. Jadi dalam dua tahun kita akan bikin BUMN-BUMN lebih efisien, lebih transparan, lebih bekerja untuk rakyat," kata Prabowo dalam penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta, dilansir dari Antara, Minggu, 28 Juni 2026.
Prabowo mengatakan pemerintah tengah melakukan pembersihan dan penertiban BUMN. Dari total 1.000 BUMN, telah ditutup lebih dari 200 perusahaan.
Presiden menyebut jumlah BUMN akan terus dikurangi hingga tersisa sekitar 250 perusahaan. Dengan demikian, lebih dari 750 BUMN akan ditutup dalam rangka penataan perusahaan negara.
"Bagaimana Pak Dony (Kepala BP BUMN Dony Oskaria)? Ujungnya kita bisa berapa BUMN? Ujungnya nanti 250. Bayangkan, lebih dari 750 kita tutup," kata Prabowo.
Prabowo menilai jumlah BUMN yang terlalu banyak menyebabkan tingginya beban organisasi, mulai dari direksi hingga komisaris di masing-masing perusahaan. Terlebih perusahaan-perusahaan tersebut tidak mendatangkan keuntungan.
Kondisi tersebut dinilai tidak sejalan dengan upaya meningkatkan efisiensi pengelolaan perusahaan negara.
“(Sebanyak) 750 Dirut, 750 Direksi, kali 4 atau kali 5, 750 Komisaris kali 10. Overhead-nya kayak apa, gajinya kayak apa saudara-saudara. Ini uang rakyat semua. Perusahaan tidak untung hanya bayar overhead," tegas Prabowo.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok istimewa)
Baca Juga:
Transformasi BUMN Mulai Berbuah, Kinerja BUMN Tunjukkan Lonjakan |
Prabowo meminta proses penataan BUMN dapat segera diselesaikan. Dalam dua tahun ke depan, BUMN diharapkan menjadi lebih efisien, transparan, dan bekerja untuk kepentingan rakyat.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menanggapi usulan akademisi agar setiap BUMN mengalokasikan sebagian laba perusahaan untuk riset dan inovasi. Prabowo menilai usulan tersebut baik, namun dia menekankan pentingnya kondisi perusahaan yang mampu menghasilkan laba.
"Ini bagus usulnya. Masalahnya, BUMN-BUMN ini ada labanya enggak? Sekarang mulai ada. Terima kasih, Danantara terima kasih. Satu tahun ini sudah mulai ada laba," ujar Prabowo.