Banjir bandang dan longsor di perbatasan Nepal-Tiongkok menewaskan 1.375 orang. (Anadolu Agency)
Banjir Bandang Nepal-Tiongkok Tewaskan 1.375 Orang, 5.531 Masih Hilang
Willy Haryono • 5 September 2026 16:54
Kathmandu: Korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor di sepanjang perbatasan Nepal-Tiongkok bertambah menjadi 1.375 orang, dengan 5.531 lainnya masih dinyatakan hilang sekitar 10 hari setelah bencana melanda kawasan tersebut.
Berdasarkan data resmi yang dikutip media Anadolu pada Sabtu, 5 September 2026, Otoritas Nasional Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Nepal mencatat 1.344 orang tewas. Sebanyak 5.000 orang lainnya masih hilang, termasuk 589 warga negara asing.
Sementara itu, otoritas Tiongkok melaporkan sedikitnya 31 orang tewas dan 531 lainnya masih hilang di Daerah Otonom Xizang, yang juga dikenal sebagai Tibet.
Jika digabungkan, data resmi kedua negara menunjukkan sekitar 850 warga negara asing masih dinyatakan hilang.
Longsoran Gletser
Bencana tersebut terjadi pada 26 Agustus setelah gletser di Gunung Langtang Lirung, Nepal, mengalami keretakan pada ketinggian sekitar 5.200 meter.Keretakan tersebut memicu longsoran es dan batu yang kemudian berkembang menjadi aliran material dalam skala besar. Aliran tersebut menerjang lembah-lembah di sepanjang perbatasan Nepal dan Tiongkok.
Di Nepal, banjir dan longsor menghantam sejumlah wilayah, termasuk distrik Rasuwa, Nuwakot, Dhading, dan Kavre serta kawasan Lembah Kathmandu.
Di wilayah Xizang atau Tibet, bencana tersebut turut mengubur perlintasan perbatasan Gyirong, salah satu jalur penting yang menghubungkan Nepal dan Tiongkok.
Operasi pencarian dan penanganan bencana terus dilakukan untuk menemukan ribuan orang yang masih hilang.
Baca juga: Sepekan Terjebak di Terowongan PLTA, Dua Korban Banjir Nepal Ditemukan Selamat