Ilustrasi emas batangan. Foto: goldmarket.fr
Harga Emas Dunia Kinclong Lagi
Husen Miftahudin • 26 February 2026 09:17
Chicago: Harga emas dunia kembali mengalami kenaikan pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), setelah sempat tergelincir kemarin. Kenaikan ini terjadi seiring investor yang mencermati komentar Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam pidato kenegaraannya.
Mengutip Yahoo Finance, Kamis, 26 Februari 2026, harga emas berjangka sebagai patokan harga emas dunia untuk kontrak beli atau jual emas di masa depan, naik sebanyak 0,6 persen menjadi USD5.205,80 per ons.
Sementara harga emas spot sebagai harga pasar emas dunia saat ini, mengalami kenaikan sebesar 0,7 persen menjadi USD5.180,91 per ons.
| Baca juga: Harga Emas Dunia Tergelincir setelah Terus-terusan Berkilau |
.jpg)
(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
Trump bela 'mati-matian' tarif resiprokal
Dalam pidatonya pada Selasa malam, Trump membela tarif yang diberlakukannya dan menyatakan bahwa tidak akan ada perubahan karena semua kesepakatan telah selesai.
Presiden juga mengecam keterlibatan Mahkamah Agung yang memutuskan untuk menentang tarif berbasis luas yang diberlakukannya. Dalam pidatonya, Trump mengklaim bea masuk tersebut pada akhirnya akan secara substansial menggantikan sistem pajak penghasilan modern.
Beberapa jam setelah Mahkamah Agung AS menyatakan tarif global Trump melanggar hukum, Trump langsung mengumumkan ia akan memberlakukan bea masuk baru sebesar 10 persen, menggunakan wewenang berdasarkan pasal 122 Undang-Undang Perdagangan tahun 1974.
Presiden kemudian mengancam untuk menaikkan tarif barunya menjadi 15 persen, tetapi belum secara resmi menerapkan tarif tersebut. Gedung Putih dilaporkan sedang mengerjakan perintah resmi yang akan menaikkan tarif global menjadi 15 persen. Sementara tarif 10 persen mulai berlaku pada Selasa.
Meningkatnya kembali ketidakpastian perdagangan telah mendorong permintaan emas sebagai aset yang dianggap aman, sehingga mendorong harga emas menjadi lebih tinggi.