Pencipta lagu “Darah Juang”, Johnsony Maharsak Lumban Tobing atau John Tobing. Foto: Dok/Yayan Sopyan
Pencipta Lagu “Darah Juang” John Tobing Meninggal, Wamen HAM Mugiyanto Berduka
Misbahol Munir • 26 February 2026 00:31
Jakarta: Kabar duka datang dari dunia musik dan aktivisme Indonesia. Pencipta lagu “Darah Juang”, Johnsony Maharsak Lumban Tobing atau John Tobing, meninggal dunia pada Rabu malam, 25 Februari 2026.
Kabar kepergian John dikonfirmasi oleh Wakil Menteri Hak Asasi Manusia Mugiyanto. John mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Akademik (RSA) Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta.
"Iya, John Tobing meninggal di RSA UGM," kata Mugiyanto kepada Metrotvnews.com, Rabu malam, 25 Februari 2026.
Mugiyanto menyebut John wafat sekitar pukul 20.45 WIB. Ia mengaku kehilangan atas berpulangnya sosok yang dikenal sebagai bagian dari generasi gerakan mahasiswa era 1980–1990-an itu.
“Kita ditinggalkan salah seorang legenda gerakan mahasiswa angkatan 80–90-an: John Tobing,” ujar Mugiyanto.
Menurut dia, warisan yang ditinggalkan John bagi dunia gerakan dan musik akan terus hidup, terutama melalui lagu “Darah Juang” yang kerap dinyanyikan dalam berbagai momentum perjuangan.
“Ia meninggalkan warisan tak ternilai: lagu Darah Juang yang membuat kita merinding setiap mendengar, apalagi menyanyikannya,” kata Mugiyanto.

Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) Mugiyanto. Foto: MI/Lina Herlina
Ia menambahkan, lirik lagu tersebut menanamkan semangat mencintai tanah air serta dorongan untuk memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan.
Mugiyanto juga menyinggung relevansi pesan lagu itu dengan gagasan dalam buku Paradoks Indonesia karya Presiden Prabowo Subianto.
Mugiyanto pun mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan. “Selamat jalan, kawan John. Damai abadi kau di pelukan Tuhanmu,” tuturnya.