CEO Media Group Soroti 3 Tantangan Adopsi Agentic AI

CEO Media Group Mohammad Mirdal Akib. Foto: Dok. Medcom.id.

CEO Media Group Soroti 3 Tantangan Adopsi Agentic AI

Metro TV • 10 September 2026 18:16

Jakarta: CEO Media Group Mohammad Mirdal Akib mengatakan perkembangan bisnis saat ini mendorong pemanfaatan artificial intelligence (AI) secara lebih luas di dunia industri. Teknologi tersebut mulai digunakan tidak hanya sebagai alat bantu, tetapi juga untuk menjalankan sejumlah proses bisnis.

“Kita kini telah memasuki era agentic AI, kecerdasan buatan tidak lagi sekadar alat bantu komunikasi, melainkan teknologi nyata yang mampu mengeksekusi tugas-tugas operasional kompleks secara mandiri,” ujar Mirdal saat membuka Techpresso di Kompleks Media Group, Kedoya, Jakarta Barat, Kamis, 10 September 2026.
 


Menurut dia, berbagai sektor industri mulai beralih dari tahap uji coba menuju integrasi AI ke dalam proses bisnis utama. Pemanfaatan tersebut antara lain ditujukan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Namun, Mirdal menilai percepatan adopsi AI perlu diikuti kesiapan dari sisi regulasi, keamanan siber, dan sumber daya manusia.

“Namun di balik peluang besar tersebut, muncul satu pertanyaan yang cukup krusial bagi kita semua. Apakah kita sudah benar-benar siap? Bagi para pemimpin perusahaan dan pengambil kebijakan, kesiapan ini bertumpu pada tiga pilar mendasar,” jelas Mirdal.

Pertama, kesiapan regulasi yang adaptif untuk mendukung inovasi dengan tetap memperhatikan aspek etika. Kedua, ketahanan siber untuk melindungi data dan sistem digital yang semakin banyak mengandalkan teknologi AI. Ketiga, kesiapan talenta agar memiliki kapasitas untuk berkolaborasi dengan teknologi baru.


CEO Media Group Mohammad Mirdal Akib. Foto: Dok. Medcom.id.

“Untuk menjawab tantangan tersebut semua, Medcom.id menginisiasi forum Techpresso sebagai jembatan dialog. Jembatan dialog yang konkret antara pemerintah, regulator, pelaku industri, serta para penyedia solusi keamanan,” kata Mirdal.

Mirdal berharap forum tersebut tidak berhenti pada pembahasan mengenai perkembangan teknologi. Tetapi dapat mendorong kolaborasi antara pemerintah, regulator, industri, dan penyedia solusi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

(Fachri Audhia Hafiez)