KTT ke-18 BRICS berlangsung di New Delhi, India pada 12-13 September 2026. (X / @BricsIndia2026)
Perang AS-Iran Uji Kekompakan BRICS di KTT New Delhi India
Willy Haryono • 12 September 2026 10:48
New Delhi: Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran akan menguji kekompakan BRICS dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 yang digelar di New Delhi, India, akhir pekan ini.
Ketegangan tersebut mencuat karena Iran merupakan anggota BRICS, sementara negara-negara lain dalam kelompok tersebut memiliki hubungan yang berbeda dengan Washington maupun Teheran.
Mengutip Anadolu, Sabtu, 12 September 2026, konferensi tersebut digelar di tengah “tindakan agresif serta perubahan besar dalam tatanan dan kehidupan internasional”, ujar Sourabh Gupta dari Institute for China-America Studies.
Menurutnya, pertemuan tersebut akan menjadi perhatian negara-negara Barat. Perang Iran, perang Rusia-Ukraina, sengketa perdagangan global, serta isu seperti kecerdasan buatan dan pembayaran berbasis blockchain diperkirakan menjadi sejumlah agenda utama dalam pertemuan tersebut.
BRICS awalnya terdiri dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan. Kelompok tersebut kemudian memperluas keanggotaannya pada Januari 2024 dengan menerima Mesir, Ethiopia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, sebelum Indonesia bergabung pada Januari 2025.
Kelompok yang kini beranggotakan 11 negara tersebut kemudian memperluas jangkauannya. Pada 2025, Belarus, Bolivia, Kazakhstan, Kuba, Malaysia, Nigeria, Thailand, Uganda, Uzbekistan, dan Vietnam bergabung sebagai negara mitra BRICS.
Diketahui pertemuan tersebut digelar kurang dari dua pekan sebelum pekan tingkat tinggi Sidang Umum PBB dan rencana pertemuan Xi dengan Trump pada 24 September.
Kekhawatiran Blok Barat
Gupta mengatakan, berkumpulnya Modi, Xi, Putin, dan Pezeshkian “di bawah satu payung non-Barat” akan menjadi salah satu gambaran yang paling menonjol dalam KTT tersebut.Kehadiran mereka diperkirakan akan menjadi perhatian serius di negara-negara Barat, seiring upaya BRICS meningkatkan pengaruhnya dalam tatanan global yang selama ini didominasi Amerika Serikat dan sekutunya.
Gupta menilai kekhawatiran negara-negara Barat terhadap KTT tersebut tidak hanya mencerminkan kemampuan BRICS untuk bertindak secara kolektif, tetapi juga ketidakpastian yang tengah dihadapi negara-negara Barat sendiri.
“Sebagian, hal ini lebih berkaitan dengan kurangnya kepercayaan diri negara-negara Barat sendiri daripada langkah besar dan terkoordinasi yang dilakukan BRICS,” katanya. (Razaqa Hariz)
Baca juga: Presiden Iran Tiba di India Hadiri KTT BRICS di Tengah Konflik dengan AS