Kondisi saat gelombang laut di pesisir Kota Kupang, Pulau Timor, NTT. ANTARA/Yoseph Boli Bataona
Waspada Gelombang Tinggi 2,5 Meter di Laut NTT hingga 8 Februari
Lukman Diah Sari • 5 February 2026 11:21
Kupang: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi gelombang laut yang mencapai 2,5 meter di perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 5–8 Februari 2026. Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang Yandri Anderudson Tungga mengatakan kondisi tersebut dipicu angin kencang yang berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut hingga 1,25-2,5 di sejumlah wilayah perairan.
“Pola angin di wilayah NTT umumnya bergerak dari barat daya menuju barat laut dengan kecepatan berkisar 8-35 knot yang berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut,” kata Anderudson di Kupang, Kamis, 5 Februari 2026, melansir Antara.
.jpg)
Kondisi saat gelombang laut di pesisir Kota Kupang, Pulau Timor, NTT. ANTARA/Yoseph Boli Bataona
Dia menyebutkan wilayah dengan potensi gelombang 1,25-2,5 meter meliputi Selat Sape bagian utara, Selat Sape bagian selatan, perairan utara Flores, perairan selatan Flores, perairan selatan Alor-Pantar, selat Sumba bagian timur.
Selain itu, potensi gelombang dengan ketinggian serupa juga terjadi di Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, Selat Ombai, perairan selatan Sumba, perairan utara Sabu-Raijua, perairan utara Timor, perairan utara Kupang-Rote, Selat Pukuafu, perairan selatan Sabu-Raijua, perairan selatan Timor-Rote, dan perairan Taman Nasional Komodo.
“Bibit Siklon Tropis 98P diperkirakan bergerak ke arah Barat menjauhi wilayah Indonesia dan dalam 24 jam ke depan memiliki peluang rendah untuk menjadi siklon tropis,” ujar dia.
BMKG juga mengingatkan masyarakat mewaspadai pertumbuhan awan cumulonimbus yang dapat meningkatkan tinggi gelombang serta perubahan arah dan kecepatan angin secara signifikan dan tiba-tiba. Lebih lanjut, BMKG mengimbau kepada pengguna perahu nelayan meningkatkan kewaspadaan bila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter. Sementara itu, bagi operator kapal tongkang diminta waspada apabila kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.