BNPB: Kebakaran TPA Jatiwaringin Padam 100 Persen

Proses pemadaman kebakaran di TPA Jatiwaringin, Tangerang. (Dok BNPB)

BNPB: Kebakaran TPA Jatiwaringin Padam 100 Persen

Lukman Diah Sari • 10 July 2026 09:17

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan kebakaran lahan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, seluas kurang lebih 15 hektare berhasil dipadamkan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi tim gabungan penanganan darurat sejak peristiwa dilaporkan pada 30 Juni hingga Kamis malam, 9 Juli 2026.

"Lahan utama TPA Jatiwaringin seluas kurang lebih 15 hektare yang terdampak kebakaran dilaporkan telah berhasil dipadamkan 100 persen dan saat ini berada dalam fase pendinginan intensif," kata Abdul melansir Antara, Jumat, 10 Juli 2026.

Abdul menjelaskan, meskipun area utama di dalam TPA telah terkendali, tim gabungan di lapangan masih terus bersiaga. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik panas serta kepulan asap tipis yang terdeteksi di area pembuangan luar kawasan TPA.

Terkait kondisi sosial masyarakat sekitar TPA, tim BNPB memastikan situasi sudah kondusif. Jumlah pengungsi saat ini dilaporkan nihil lantaran seluruh warga terdampak telah difasilitasi untuk kembali ke rumah masing-masing.

Percepatan penanganan darurat kebakaran ini didukung secara legalitas melalui Keputusan Bupati Tangerang Nomor 609 Tahun 2026 mengenai Status Tanggap Darurat Bencana serta Keputusan Nomor 613/2026 tentang Satgas Penanganan Darurat.

Sejumlah kendaraan pengangkut sampah menganteri untuk menyimpan matrial di TPA Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Foto: ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Tangerang.

Menurut Abdul, BNPB memberikan dukungan penuh dengan mengerahkan empat helikopter pengebom air (water bombing) guna menyiramkan ratusan ribu liter air ke titik api. Tiga helikopter jenis Mi-8AMT, Sikorsky UH60A, dan Sikorsky UH60L beroperasi optimal secara bergantian di langit Tangerang. Sementara itu, satu unit helikopter tipe Mi-8 MSBT sedang menjalani perbaikan teknis.

Selain operasi udara, BNPB juga menyalurkan bantuan logistik darurat via jalur darat berupa 500 liter cairan racun api (Enviro Class A Foam), puluhan unit pompa mini, selang pemadam, serta perangkat komunikasi radio jinjing (handy talkie).

Sebagai bentuk kepedulian terhadap aspek sosial dan keselamatan, pemerintah pusat melalui BNPB juga menyerahkan bantuan 100 paket sembako bagi warga terdampak serta 150 pasang sepatu bot operasional untuk para petugas lapangan.

(Lukman Diah Sari)