AS Serang 140 Target Militer Iran di Putaran Ketiga Operasi Militer

AS mengklaim menyerang 140 target militer Iran dalam putaran ketiga operasi pekan ini setelah insiden kapal komersial di Selat Hormuz. (Anadolu Agency)

AS Serang 140 Target Militer Iran di Putaran Ketiga Operasi Militer

Willy Haryono • 12 July 2026 12:23

Washington: Amerika Serikat menyatakan telah menyelesaikan putaran ketiga serangan militernya terhadap Iran dalam sepekan terakhir setelah terjadi serangan baru terhadap kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz.

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) pada Sabtu malam, 11 Juli 2026, mengatakan pasukan AS menyerang sekitar 140 target militer Iran menggunakan amunisi berpemandu presisi yang diluncurkan dari pesawat tempur, drone, serta kapal perang berbasis darat maupun laut.

Menurut CENTCOM, sasaran serangan mencakup lokasi rudal dan drone, kemampuan angkatan laut Iran, fasilitas penyimpanan amunisi, jaringan komunikasi, serta posisi pengawasan pesisir.

"Dalam tiga malam serangan pekan ini, CENTCOM telah menyerang lebih dari 300 target atas perintah Panglima Tertinggi untuk mengurangi kemampuan Iran menyerang pelaut sipil dan kapal-kapal komersial yang melintas secara bebas di Selat Hormuz," ujar pernyataan CENTCOM yang dilansir Anadolu Agency, Minggu, 12 Juli 2026.

Militer Amerika Serikat menegaskan aktivitas pelayaran komersial di Selat Hormuz masih terus berlangsung meski operasi militer sedang berlangsung di kawasan tersebut.

Sejak awal Mei, pasukan AS mengklaim telah membantu mengawal lebih dari 800 kapal komersial yang mengangkut sekitar 400 juta barel minyak mentah melalui jalur pelayaran strategis tersebut.

Serangan di Selat Hormuz

Gelombang serangan terbaru ini dilakukan setelah Washington menuduh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyerang kapal kargo komersial M/V GFS Galaxy di Selat Hormuz.

Pemerintah Amerika Serikat menyatakan kapal tersebut terkena serangan rudal yang menyebabkan satu awak sipil dinyatakan hilang dan menimbulkan kerusakan besar pada kapal.

Namun, IRGC membantah tuduhan tersebut dan mengatakan pihaknya hanya melepaskan "tembakan peringatan" setelah kapal gagal mengubah jalur pelayarannya sesuai instruksi otoritas Iran.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Iran kemudian mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Keputusan tersebut diambil setelah upaya diplomatik yang berlangsung di Muscat, Oman, untuk meredakan krisis gagal menghasilkan kesepakatan antara kedua pihak.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia karena menjadi lintasan utama ekspor minyak dan gas dari negara-negara Teluk menuju pasar global.

Baca juga:  Iran Klaim Tembakkan Rudal ke Kapal yang Abaikan Peringatan di Selat Hormuz

(Willy Haryono)