Timnas Inggris. Foto: X/@England
Prediksi Pertandingan Norwegia vs Inggris: Tiga Bek Three Lions Uji Haaland?
Muhamad Marup • 11 July 2026 16:05
Jakarta: Tim nasional Norwegia akan menghadapi Inggris pada babak perempat final atau delapan besar Piala Dunia 2026 di Stadion Hard Rock, Miami, Florida, Amerika Serikat, Minggu, 12 Juli 2026, pukul 04.00 WIB. Laga itu merupakan duel antara tim kejutan turnamen dengan salah satu kekuatan besar sepak bola dunia.
Melansir Antara, Norwegia datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencatat sejarah dengan mencapai perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya. Tim asuhan Stale Solbakken berhasil melewati fase grup sebagai runner-up Grup I di bawah Prancis, sebelum melanjutkan langkah melalui dua kemenangan penting pada fase gugur.
Sosok utama di balik perjalanan impresif Norwegia adalah Erling Haaland. Penyerang berusia 26 tahun itu tampil sebagai ancaman terbesar bagi lini belakang Inggris setelah mencetak tujuh gol dalam empat pertandingan.
Haaland menjadi penentu kemenangan Norwegia atas Pantai Gading pada babak 32 besar melalui gol di menit-menit akhir, kemudian kembali menunjukkan ketajamannya saat mencetak dua gol dalam kemenangan 2-1 atas Brasil pada babak 16 besar.
Ketajaman Haaland membuat Inggris harus menyiapkan perhatian khusus untuk meredam pergerakan pemain Manchester City tersebut. Selain memiliki kekuatan fisik dan penyelesaian akhir yang klinis, Haaland juga semakin matang dalam memanfaatkan ruang di area pertahanan lawan.
Striker Norwegia, Erling Haaland dalam sesi latihan Norwegia. Foto: X/@nff_landslag
Inggris Formasi Tiga Bek?
Jika melihat bagaimana Irak, Senegal, Pantai Gading, dan Brasil, dalam membarikade pertahanannya dari invasi Haaland, mengerahkan dua bek tengah tidaklah cukup.Dalam konteks ini, Inggris perlu mengerahkan tiga bek tengah, yang salah satunya ditugaskan menempel ketat Haaland.
Pelatih Inggris, Thomas Tuchel mungkin tergoda memasang tiga bek tengah, yang tak pernah dia gunakan selama bersama timnas Inggris, tapi sering dia pakai ketika menjadi manajer Chelsea.
Manakala harus mengadopsi pola ini, Tuchel mesti rela memangkas jumlah gelandangnya menjadi empat.
Dua gelandang tengah akan ditempatkan sejajar dengan dua bek sayap, dan dua gelandang serang menyokong ujung tombak tunggal, Harry Kane, dalam pola 3-4-2-1.
Masalahnya, dari lima pertandingan terdahulu, Inggris kerap memanfaatkan lebar lapangan, terutama sayap kanan, di mana Bukayo Saka beroperasi.
Memasang formasi kesukaan Tuchel di Chelsea bisa mengorbankan pemain-pemain seperti Saka, yang aktif membongkar pertahanan lawan dari sayap.
Kiper Bisa Jadi Andalan
Dalam konteks Norwegia, andai pun lini-lini lain tak bisa mengimbangi Inggris, Solbakken bisa menugaskan kiper Orjan Nylan untuk aktif merancang serangan lewat umpan-umpan jauhnya yang terukur yang kerap mengagetkan lawan dan sekaligus mengaktifkan syaraf teror dalam sistem serangan Norwegia yang berintikan Haaland.Baca Juga :