Presiden Prabowo Terima Eks PM Thailand di Kertanegara

Presiden RI Prabowo Subianto (kiri) berfoto bersama dengan Perdana Menteri Thailand Periode 2001-2006, Thaksin Shinawatra (dua kiri) beserta keluarganya, termasuk putrinya. ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Kabinet

Presiden Prabowo Terima Eks PM Thailand di Kertanegara

Achmad Zulfikar Fazli • 8 July 2026 22:55

Jakarta: Presiden RI Prabowo Subianto menerima eks Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra beserta keluarganya, dan eks Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra di kediaman pribadinya, Jalan Kertanegara, Jakarta. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban.

"Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban itu menjadi momentum untuk mempererat persahabatan yang telah terjalin lama. Dalam suasana santai, Bapak Presiden dan Thaksin juga bertukar pandangan mengenai berbagai perkembangan strategis global serta dinamika kawasan," kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, Jakarta, dilansir dari Antara, Rabu, 8 Juli 2026.

Di Indonesia, Thaksin bukan nama yang asing. Thaksin berkontribusi dalam tata kelola Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sebagai anggota dewan penasihat.

"Melalui pertemuan-pertemuan seperti ini, Pemerintah Indonesia terus memperkuat jejaring persahabatan dan komunikasi dengan para pemimpin serta tokoh dunia sebagai bagian dari upaya memperluas kerja sama dan memperkokoh posisi Indonesia di tengah dinamika global," ujar Teddy.


Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. (ANTARA/Galih Pradipta)
 

Pertemuan terakhir Presiden Prabowo dengan putri Thaksin berlangsung saat kunjungan kenegaraan Presiden ke Bangkok, Thailand pada 19 Mei 2025. Dalam rangkaian lawatan resminya ke Bangkok saat itu, Paetongtarn masih menjabat sebagai Perdana Menteri Thailand.

Namun, Paetongtarn dicopot dari jabatannya sebagai perdana menteri oleh Mahkamah Konstitusi Thailand pada 29 Agustus 2025 setelah skandal percakapan teleponnya dengan mantan pemimpin Kamboja, Hun Sen, bocor ke publik. Keduanya saat itu berbicara membahas sengketa perbatasan.

Selepas itu, Paetongtarn mundur dari posisinya sebagai Ketua Partai Pheu Thai. Insiden itu diikuti dengan pemilihan umum di Thailand pada September 2025. Pemilu dimenangkan Anutin Charnvirakul dari Partai Bhumjaithai yang berhaluan konservatif, dan merupakan oposisi dari Partai Pheu Thai.

Sementara itu, Thaksin pada awal bulan lalu bebas penuh dari hukumannya setelah menerima ampunan Raja Thailand. Berdasarkan isi dekret tersebut, Thaksin tidak perlu lagi menjalani masa percobaan yang berakhir pada 9 September 2026.

(Achmad Zulfikar Fazli)