Tumbuh 17%, Angkutan Retail KAI Logistik Angkut 34 Ribu Ton Barang

Ilustrasi. Foto: Dok istimewa

Tumbuh 17%, Angkutan Retail KAI Logistik Angkut 34 Ribu Ton Barang

Eko Nordiansyah • 9 July 2026 21:07

Jakarta: PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mencatatkan pertumbuhan positif pada layanan angkutan retail melalui KALOG Express sepanjang semester I-2026. Perusahaan berhasil mengelola sebanyak 34.651 ton barang retail atau meningkat 17 persen secara year-on-year (yoy) dibandingkan periode yang sama 2025 yang mencapai 29.573 ton.

Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik, Aniek Dwi Deviyanti mengatakan, pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya pemanfaatan layanan logistik berbasis kereta api oleh masyarakat. Peningkatan volume pengiriman tersebut turut tercermin dari jumlah kiriman yang dikelola KALOG Express sepanjang Januari hingga Juni 2026 yang mencapai sekitar 1,67 juta barang kiriman. 

“Beragam komoditas berhasil didistribusikan, mulai dari paket, sepeda motor, sepeda, barang elektronik, hingga hewan peliharaan. Capaian ini mencerminkan semakin luasnya pemanfaatan layanan KALOG Express oleh masyarakat maupun pelaku usaha untuk memenuhi berbagai kebutuhan distribusi,” ujar Aniek dalam keterangan tertulis, Kamis, 9 Juli 2026. 

Momentum meningkatnya aktivitas masyarakat selama periode libur pendidikan juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan layanan. Pada Juni 2026, KALOG Express membukukan volume pengiriman bulanan tertinggi dengan mencapai 6.170 ton. Salah satu kontributor utama berasal dari layanan pengiriman sepeda motor yang meningkat menjadi sekitar 13 ribu unit, lebih tinggi dibandingkan rata-rata pengiriman pada bulan-bulan sebelumnya yang berada di kisaran 11 ribu unit.

Secara kumulatif hingga Semester I 2026, KAI Logistik telah mendistribusikan sekitar 70 ribu unit sepeda motor ke berbagai wilayah di Indonesia. Ia menyebut, layanan tersebut terus menjadi pilihan masyarakat untuk mendukung mobilitas, baik dalam rangka perjalanan liburan, aktivitas pariwisata, maupun kebutuhan mahasiswa yang melanjutkan pendidikan di luar kota.

“Tren tersebut memperlihatkan bahwa layanan pengiriman kendaraan masih menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan layanan retail Perusahaan,” tambah Aniek.


(Ilustrasi. Foto: Dok istimewa)

Peningkatan kapasitas angkut dan perluasan jaringan

Sejalan dengan meningkatnya volume pengiriman barang retail tersebut, KAI Logistik terus memperkuat kesiapan operasional melalui peningkatan kapasitas angkut dan perluasan jaringan layanan. Sejak Mei 2026, kapasitas layanan KA ONS Utara relasi pulang pergi Jakarta Gudang–Surabaya (PP) meningkat dari 80 ribu kilogram menjadi 55 ribu kilogram per hari untuk keberangkatan dari Jakarta dan menjadi 50 ribu kilogram per hari dari Surabaya. 

Sementara itu, kapasitas layanan KA ONS Tengah relasi Jakarta Gudang–Malang (PP) meningkat dari 70 ribu kilogram menjadi 92 ribu kilogram per hari. Perusahaan juga menambah 16 titik service point KALOG Express baru di sejumlah wilayah Pulau Jawa, seperti Jakarta, Bandung, Magetan, Sleman, Bojonegoro, dan Surabaya, guna memperluas akses layanan bagi masyarakat.

Selain memperkuat infrastruktur layanan, KAI Logistik juga terus mengembangkan transformasi digital melalui aplikasi KAI Logistik TRAX untuk menghadirkan pengalaman pengiriman yang lebih mudah, cepat, dan transparan. Berbagai inisiatif tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun layanan logistik yang modern, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan kebutuhan pelanggan.

Aniek mengatakan, pertumbuhan kinerja semester I-2026 merupakan hasil dari upaya perusahaan yang secara konsisten memperkuat kualitas layanan untuk menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang. Menurutnya, pertumbuhan layanan KALOG Express sejalan dengan meningkatnya kebutuhan jasa pengiriman di Indonesia. 

“Kami akan terus memperkuat layanan melalui digitalisasi, perluasan jaringan, dan peningkatan kapasitas operasional agar dapat memberikan layanan logistik yang semakin andal, efisien, dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Kami optimistis dapat terus menjaga momentum pertumbuhan sekaligus berkontribusi lebih besar bagi sektor logistik nasional,” tutup Aniek.

(Eko Nordiansyah)