Indonesia Sudah Tak Impor 7 Komoditas Pangan, Ini Daftarnya

Pangan ilustrasi. Foto: Metrotvnews.com/Surya Mahmuda.

Indonesia Sudah Tak Impor 7 Komoditas Pangan, Ini Daftarnya

Arga Sumantri • 15 April 2026 15:45

Jakarta: Upaya penguatan komoditas pangan dalam negeri mulai membuahkan hasil. Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebut setidaknya ada tujuh komoditas pangan pokok strategis yang tidak lagi impor pada 2026.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan capaian tersebut didorong oleh produksi dalam negeri yang mampu melampaui kebutuhan konsumsi nasional.

"Ketahanan pangan pokok strategis Indonesia tergolong kuat. Ini mengacu pada sebagian besar kebutuhan konsumsi masyarakat ditopang dari produksi dalam negeri," kata Ketut, dikutip dari Antara, Rabu, 15 April 2026.

Dalam Proyeksi Neraca Pangan Nasional 2026 yang disusun Bapanas bersama kementerian/lembaga, dari 10 komoditas pangan pokok strategis, hanya tiga yang masih membutuhkan impor, yakni kedelai, bawang putih, dan daging sapi.

"Kita hanya mengimpor dua atau tiga yang dominan, yaitu kedelai dan bawang putih. Daging sapi tidak dominan," ujar dia.


Daftar 7 Komoditas Tak Lagi Impor


Berdasarkan data Bapanas, tujuh komoditas pangan pokok strategis yang diproyeksikan tidak lagi diimpor untuk kebutuhan konsumsi pada 2026, yaitu:
  • Beras
  • Jagung
  • Bawang merah
  • Cabai
  • Daging ayam ras
  • Telur ayam ras
  • Gula
  • Stok Pangan Nasional Aman

Stok beras ilustrasi. Dok MI

Ketut menjelaskan stok pangan nasional saat ini dalam kondisi kuat. Untuk komoditas beras, pemerintah menargetkan peningkatan ketersediaan pada 2026, dengan proyeksi carry over stock ke 2027 mencapai 16 juta ton.

Perhitungan tersebut berasal dari stok awal 12,4 juta ton, ditambah proyeksi produksi 34,7 juta ton, kemudian dikurangi kebutuhan konsumsi 31,1 juta ton. Dengan demikian, stok akhir 2026 diperkirakan mencapai 16 juta ton.

Sementara itu, cadangan beras di Perum Bulog dipastikan tanpa impor. Sejak 2025, pasokan sepenuhnya berasal dari penyerapan gabah setara beras hasil panen petani dalam negeri.

"Cadangan beras kita di Bulog saat ini mencapai lebih dari empat juta ton. Kita akan menyerap lagi hingga empat juta ton. Artinya, dari sisi produksi gabah sudah sangat baik," ujar Ketut. (Surya Mahmuda)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)