Aktivitas Gunung Marapi Didominasi Gempa Embusan dan Tremor Non-Harmonik

Arsip-Potret Gunung Marapi di Kabupaten Agam, Sumatra Barat. ANTARA/Muhammad Zulfikar

Aktivitas Gunung Marapi Didominasi Gempa Embusan dan Tremor Non-Harmonik

Silvana Febiari • 21 April 2026 14:27

Kota Padang: Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan aktivitas kegempaan Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat didominasi oleh gempa embusan dan tremor non-harmonik. Laporan ini mencakup hasil pengamatan selama periode 1 hingga 15 April 2026.

"Data kegempaan Gunung Marapi didominasi oleh gempa embusan dan tremor non-harmonik selama periode 1-15 April 2026," kata Pelaksana tugas (Plt) Badan Geologi Lana Saria, dilansir dari Antara, Selasa, 21 April 2026.

Selama dua minggu terakhir, Badan Geologi merekam lima kali gempa letusan atau erupsi. Kemudian 61 kali gempa embusan, 103 kali tremor non-harmonik, delapan kali gempa low frequency, delapan kali gempa vulkanik dangkal, 17 kali gempa vulkanik dalam, 17 kali gempa tektonik lokal, satu kali gempa terasa dengan skala III MMI, dan 42 kali gempa tektonik jauh.
 


Dalam periode pengamatan itu, lanjutnya, secara visual Gunung Marapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah utama teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang dengan ketinggian 50-600 meter dari puncak gunung api itu.

Kemudian secara visual Gunung Marapi menunjukkan erupsi dan embusan masih berlangsung dengan intensitas yang relatif stabil tanpa peningkatan yang signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Menurutnya, aktivitas kegempaan gunung api relatif stabil, tidak terlihat peningkatan gempa yang mengindikasikan adanya tambahan suplai magma dari kedalaman.

Gempa yang berkaitan dengan tekanan fluida dangkal teramati dalam jumlah terbatas tanpa kenaikan tremor yang signifikan. Secara umum kondisi ini menunjukkan belum adanya tanda peningkatan aktivitas yang mengarah pada peningkatan tingkat aktivitas gunung tersebut.


Gunung Marapi meletus pada Kamis pagi dengan tinggi kolom abu mencapai 1,6 kilometer di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Kamis, 16 April 2026. Antara/HO-Tagana Padang Panjang


Lebih jauh, ia menjelaskan nilai nilai Real Time Seismic Amplitude Measurement (RSAM) berfluktuasi di sekitar baseline sehingga tidak menunjukkan adanya akumulasi energi yang signifikan di dalam Gunung Marapi. Selanjutnya nilai variasi kecepatan seismik (dv/v) didominasi bernilai negatif dengan fluktuasi pada kisaran rendah hingga menengah yang secara fisik mencerminkan penurunan modulus elastik (kekakuan) medium di bagian dangkal.

Namun, lanjutnya, nilai negatif tersebut tidak menunjukkan pola penurunan terus menerus dan berkelanjutan melainkan berfluktuasi di sekitar kisaran yang relatif sama tanpa pendalaman anomali. Sementara itu nilai koherensi berada pada tingkat menengah hingga tinggi dan relatif stabil.

"Berdasarkan evaluasi data pemantauan dalam dua minggu terakhir, aktivitas Gunung Marapi secara umum masih menunjukkan pola fluktuatif," ungkap Lana.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)