Indonesian Youth SDGs Summit (IYSDGS) 2026 di Auditorium Abdulrahman Saleh RRI, Jakarta, dengan tema "Next-Gen Solutions for Energy and Food Security
Anak Muda Diajak Jadi Penggerak Solusi Keberlanjutan
Whisnu Mardiansyah • 6 July 2026 16:32
Jakarta: Universitas Bakrie melalui Program Studi Ilmu Politik kembali menyelenggarakan Indonesian Youth SDGs Summit (IYSDGS) 2026. Kegiatan berlangsung di Auditorium Abdulrahman Saleh RRI, Jakarta, dengan tema "Next-Gen Solutions for Energy and Food Security".
Forum ini menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, akademisi, organisasi internasional, sektor swasta, komunitas, dan generasi muda. Mereka membahas isu ketahanan air, ketahanan pangan, energi, serta pembangunan berkelanjutan.
IYSDGS 2026 mengangkat dua isu utama, yaitu Future-Proofing Water Infrastructure for National Water Security dan National Strategy for Food Security and Sustainable Agriculture.
Kedua isu tersebut berkaitan erat dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan dan SDG 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak.
"Saya mengapresiasi mahasiswa Universitas Bakrie yang telah menginisiasi kegiatan ini. IYSDGS menjadi bukti anak muda bukan hanya peserta dalam agenda pembangunan berkelanjutan, tetapi juga dapat menjadi penggerak, penghubung, dan pencipta solusi," ujar Rektor Universitas Bakrie, Prof Sofia W Alisjahbana, dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin, 6 Juli 2026.
Prof Sofia menambahkan, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membuka ruang pertemuan antara gagasan akademik, pengalaman lapangan, dan kebutuhan kebijakan publik.
"Isu sustainability membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Perguruan tinggi perlu hadir sebagai ruang yang mempertemukan pengetahuan, riset, inovasi, dan aksi nyata agar solusi yang lahir dapat memberi manfaat bagi masyarakat," tambahnya.
Dalam sesi pembukaan, Wakil Ketua MPR Eddy Dwiyanto Soeparno menegaskan isu sustainability dan lingkungan hidup bukan isu baru dalam kerangka bernegara. Para pendiri bangsa telah meletakkan dasar mengenai pentingnya lingkungan hidup dalam konstitusi Indonesia.
"Permasalahan sustainability dan lingkungan hidup sesungguhnya sudah diatur oleh founding fathers kita dalam Undang-Undang Dasar. Setiap warga negara berhak untuk hidup dalam lingkungan yang baik, bersih, dan sehat," ujar Eddy.
Ia juga menekankan prinsip pembangunan berkelanjutan telah tercermin dalam Pasal 33 ayat 4 UUD 1945. Pasal tersebut menyatakan perekonomian nasional diselenggarakan dengan prinsip berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
"Pasal 33 ayat 4 menyatakan pembangunan ekonomi harus dilandaskan pada prinsip berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Sejak awal kita memiliki dasar konstitusional pertumbuhan ekonomi tidak boleh mengabaikan keberlanjutan lingkungan," lanjutnya.
Tokoh lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, Prof Emil Salim, mengajak peserta melihat pembangunan berkelanjutan sebagai agenda jangka panjang Indonesia. Ia menekankan pentingnya merintis pola pembangunan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga keberlanjutan sosial dan lingkungan.
"Dalam menyongsong masa depan Indonesia pada 50 tahun mendatang, pertanyaan penting yang harus kita jawab: bisakah kita merintis pola pembangunan yang benar-benar berkelanjutan?" ujar Prof Emil Salim.
Prof Emil menegaskan keberlanjutan perlu dibangun sebagai pola pikir bersama, bukan sekadar program sesaat.
"Pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari angka pertumbuhan. Kita perlu memastikan pembangunan juga menjaga manusia, lingkungan, dan generasi yang akan datang," tambahnya.
Perspektif global turut disampaikan oleh Rajendra Aryal, Perwakilan Food and Agriculture Organization (FAO) untuk Indonesia dan Timor-Leste. Ia menekankan ketahanan pangan perlu dilihat secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi produksi, tetapi juga distribusi, keberlanjutan, inklusivitas, dan daya tahan sistem pangan terhadap berbagai krisis.
"Ketahanan pangan bukan hanya tentang memproduksi lebih banyak pangan. Food security is also about making our food systems more resilient, inclusive, and sustainable. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, sektor swasta, komunitas, dan generasi muda menjadi sangat penting," ungkap Rajendra.
Rajendra menilai generasi muda dapat menjadi penggerak penting dalam menghadirkan inovasi untuk menjawab tantangan pangan dan pertanian berkelanjutan.
"Young people bring creativity, energy, and new perspectives. Tugas kita memastikan ide-ide tersebut terhubung dengan data, riset, kebijakan, dan implementasi di lapangan agar benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat," tambahnya, Sabtu, 4 Juli 2026.
IYSDGS 2026 juga menghadirkan SDGs Actor Session yang menampilkan praktik baik dan inisiatif dari LUME CARBON, Generasi Energi Bersih, dan Zeekend. Sesi ini memperlihatkan kontribusi terhadap SDGs dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, mulai dari komunitas, bisnis, inovasi sosial, hingga gerakan anak muda.
Ketua Program Studi Ilmu Politik Universitas Bakrie, Aditya Batara Gunawan, menyampaikan IYSDGS dirancang bukan hanya sebagai forum diskusi, tetapi juga ruang pembelajaran publik bagi mahasiswa dan generasi muda.
"Kami ingin IYSDGS menjadi ruang yang mempertemukan gagasan akademik, pengalaman praktis, dan kebutuhan kebijakan publik. Isu air, pangan, energi, dan sustainability terlalu penting untuk dibahas secara sektoral. Forum ini menghadirkan berbagai aktor agar mahasiswa dapat melihat persoalan secara lebih utuh," ujar Aditya.
Ia menambahkan keterlibatan mahasiswa dalam forum seperti ini penting untuk membangun literasi kebijakan dan kepedulian terhadap isu pembangunan berkelanjutan.
"Generasi muda perlu dibiasakan membaca persoalan publik secara kritis, tetapi juga solutif. Harapannya, IYSDGS dapat menjadi salah satu pintu bagi mahasiswa untuk memahami kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan dapat dimulai dari pengetahuan, riset, advokasi, hingga kolaborasi," tambahnya.
Melalui IYSDGS 2026, Universitas Bakrie menegaskan komitmennya mendukung agenda pembangunan berkelanjutan. Komitmen ini diwujudkan melalui pendidikan tinggi, penguatan kolaborasi lintas sektor, serta pelibatan aktif generasi muda dalam menjawab tantangan strategis nasional.