Bromo Terbakar Lagi, Simak Cara Mudah Mencegah Kebakaran di Gunung

Kebakaran hutan di area Kaldera Bromo yang semakin meluas. Foto: Dokumentasi Balai Besar TNBTS.

Bromo Terbakar Lagi, Simak Cara Mudah Mencegah Kebakaran di Gunung

Muhamad Marup • 10 August 2026 15:18

Jakarta: Sudah sepekan kebakaran terjadi di kawasan Gunung Bromo sejak pertama kali dilaporkan pada Senin, 3 Agustus 2026. Penyebab kuat terjadinya kebakaran tersebut karena aktivitas manusia saat menyalakan api unggun atau perapian.

Kebakaran di Bromo bukan kali ini saja. Sebelumnya, kebakaran pernah terjadi akibat sesi foto pernikahan menggunakan flare yang kemudian memicu kebakaran.

Memang tidak selamanya kebakaran di kawasan pegunungan akibat aktivitas manusia. Meski begitu, dari dua kejadian di atas, masyarakat yang tengah beraktivitas di pegunungan bisa ikut mencegah terjadinya kebakaran.

Melansir situs resi EIGER, berikut cara mudah mencegah kebakaran di gunung.

Penyebab Kebakaran

Kawasan pegunungan erat kaitannya dengan vegetasi besar yang tumbuh di atasnya. Ketika terjadi kebakaran, hal ini dapat meluas dan membawa kerugian, tidak hanya materiil namun juga mengancam keselamatan.

Kebakaran gunung sendiri bisa terjadi karena banyak faktor. Selain faktor alam, terdapat juga faktor manusia.

Menteri Kehutanan Serahkan Penyelidikan Karhutla Bromo ke Penegak Hukum

Penampakan savana di Gunung Bromo, Jawa Timur, Minggu (9/8/2026) nampak berwarna hitam seusai meluasnya titik api, pada Sabtu (8/8/2026). ANTARA/Ananto Pradana

Berikut penyebab-penyebab terjadinya kebakaran di kawasan pegunungan.

Faktor Alam

  • Sambaran petir: Sambaran petir yang mengenai pohon dapat dengan mudah memercikkan api dan merambat ke pohon lain ketika cukup kering
  • Letusan gunung berapi: Letusan gunung berapi seringkali disertai lelehan material panas yang dapat memicu lidah api
  • Kemarau berkepanjangan: Paparan suhu tinggi yang terjadi secara konstan dapat pula memicu munculnya api, terutama ketika vegetasi hutan di gunung kekurangan air, otomatis batang dan daunnya akan lebih kering.

Faktor Manusia

  • Puntung rokok: Puntung rokok harus dimatikan hingga benar-benar tidak berasap atau memiliki bara api setelah digunakan
  • Api unggun: Api unggun yang tidak terkendali atau terlalu besar dapat menyambar material yang mudah terbakar di sekitarnya
  • Aktivitas manusia lain yang melibatkan api, seperti:
    • Penggunaan flare
    • Pembukaan lahan
    • Illegal logging, dan
    • Peralatan yang dapat memicu percikan api

Pencegahan Kebakaran di Gunung

Berkaca dari kedua kebakaran di gunung Bromo, faktor manusia merupakan kunci untuk mencegah terjadinya kebakaran. Beberapa hal sederhana berikut ini bisa dilakukan untuk menghindari dan mencegah terjadinya kebakaran gunung.

1. Hindari Membuat Api Unggun Jika Tidak Perlu

Meski jadi solusi untuk berbagai keperluan selama pendakian, sebaiknya hindari membuat api unggun jika memang tidak diperlukan. Untuk membantu menggantikan perannya dalam menghangatkan tubuh, pendaki bisa menggunakan api kompor, makan bekal yang dibawa, atau menggunakan pakaian tebal yang punya insulasi suhu optimal.

2. Jika Diperlukan, Buat dengan Benar

Paham benar tentang teknik membuat api unggun yang ideal dapat membantumu mendapatkan efek hangat tapi tetap jauh dari risiko kebakaran. Pendaki bisa mempelajari tekniknya di berbagai sumber, serta memperhatikan tanda di gunung yang menyatakan diperbolehkan membuat api unggun. Di beberapa gunung tersedia tanda ini, seperti misalnya di Gunung Lawu.

3. Selalu Pastikan Api Sudah Padam

Setiap kali membuat api, apapun bentuknya, pastikan sudah padam ketika pendaki akan melanjutkan kegiatan. Baik itu dalam bentuk kompor untuk memasak, api unggun untuk menghangatkan diri, maupun berbagai jenis api dan bara api lain yang mungkin dibuat. Pastikan semua sudah padam sebelum pendaki beranjak melanjutkan perjalanan atau akan tidur.

4. Laporan ke Basecamp

Ketika pendaki menemukan titik api, sebisa mungkin lakukan pemadaman jika masih dalam skala kecil. Namun jika skalanya sudah lebih besar, segera laporkan ke basecamp agar tindakan cepat dapat dilakukan. Hal ini mencegah agar kebakaran tidak meluas dan mengakibatkan kerugian yang lebih besar.

Ketika kebakaran di gunung terjadi dan tidak dapat dikendalikan, maka dampaknya akan sangat masif dan membawa kerugian besar. Selain dampak lingkungan, kebakaran juga berisiko bagi keselamatan pendaki dan masyarakat sekitar.

(Muhamad Marup)