Prabowo Guyub Bareng Buruh: Buka Baju, Peluk, hingga Salami Para Pekerja

Presiden Prabowo Subianto melempar bajunya kepada para buruh di acara Hari Buruh Internasional 2026 di Monas, Jakarta. Foto: Bakom RI.

Prabowo Guyub Bareng Buruh: Buka Baju, Peluk, hingga Salami Para Pekerja

Siti Yona Hukmana • 1 May 2026 16:18

Jakarta: Ada pemandangan tak biasa di peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) Jumat, 1 Mei 2026, di bilangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Usai berpidato, Presiden RI Prabowo Subianto langsung mendekati ribuan buruh.

Hampir tak ada sekat antara Prabowo dengan para buruh yang tumplek di Monas. Bahkan, Prabowo langsung membuka baju dan memberikan pakaian kebesarannya itu ke buruh.

Prabowo tampak santai mengenakan kaos hitam. Prabowo juga langsung bergabung bersama buruh. Bersalaman hingga memeluk beberapa dari mereka sebelum masuk ke mobil dinas dan beranjak dari lokasi acara. Di awal pidato, Prabowo mengatakan buruh, petani, nelayan, hingga pekerja menjadi bagian terpenting dari perjalanannya menjadi Presiden. 

“Saya merasa jadi Presiden karena dukungan kaum buruh, tani, nelayan, pekerja,” kata Prabowo, Jumat, 1 Mei 2026.

Menurut Presiden, para pekerja adalah bagian dari masyarakat Indonesia yang harus dibela. Prabowo menekankan dia akan selalu membela kepentingan rakyat.

“Saya bersumpah berjuang untuk kepentingan rakyat, terutama yang hidupnya masih sulit,” kata Prabowo yang disambut dengan teriakan dan tepuk tangan para buruh yang hadir.

Di tengah perjuangannya, Prabowo bercerita selalu saja ada tantangan. Namun, tantangan itu pun selalu menyertainya saat ini ketika menjadi Presiden.

“Saya telah mempertaruhkan nyawa saya berkali-kali untuk bangsa ini, tapi banyak elite yang curi uang rakyat,” ujar Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto guyub bersama para buruh di acara Hari Buruh Internasional 2026 di Monas, Jakarta. Foto: Bakom RI.

Prabowo menegaskan tak rela ada anak Indonesia yang masih kelaparan. Ia juga tak rela jika masih ada ibu yang tak dapat memberi susu kepada anak-anaknya. Begitu pula ia tak rela kekayaan Indonesia yang mestinya dinikmati masyarakat, justru dirampok oleh para pengusaha.

“Saya tidak rela ada pejabat yang bekerja sama dengan pengusaha serakah,” ungkap Prabowo

Meski demikian, Prabowo yakin masih ada pengusaha yang benar-benar tulus untuk ikut membangun negeri ini. Yakni membantu pemerintah menyejahterakan masyarakat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)