Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menunjukkan penghargaan yang diraih dalam ajang National Governance Awards 2026 di Jakarta, Jumat (24/4/2026). (Foto: Dok. Metrotvnews)
NGA 2026: Kepri Raih 2 Penghargaan Berkat Investasi dan Kinerja Pembangunan Manusia
Patrick Pinaria • 30 April 2026 18:23
Jakarta: Provinsi Kepulauan Riau mendapat apresiasi dalam National Governance Awards (NGA) 2026. Tak tanggung-tanggung, dua penghargaan didapat Kepri pada ajang tersebut.
NGA 2026 diselenggarakan Metro TV di Jakarta pada Jumat, 24 April 2026. Acara ini digelar untuk memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas kinerja dan inovasi dalam pembangunan.
Penghargaan ini juga digelar dalam rangka memperingati Hari Otonomi Daerah, dengan tujuan memberikan apresiasi kepada pemerintah kota, kabupaten, dan provinsi yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi, kepemimpinan strategis, serta dampak nyata bagi pembangunan daerah.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menjadi salah satu penerima penghargaan dengan dua kategori di ajang NGA ini, yakni Strategic Leadership in Archipelagic Human Development Excellence serta Outstanding Province in Industrial and Investments Growth. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad.
"Kami ingin sampaikan ucapan terima kasih, apresiasi buat Metro TV yang telah memberikan penghargaan, di bidang Economic Growth ya melalui pertumbuhan investasi dan pengembangan ekonomi. Dan tentunya penghargaan ini akan kami dedikasikan buat seluruh masyarakat Kepri dan juga tentu terima kasih kami buat semua stakeholder ya, FKPD Provinsi, kemudian para bupati walikota, dan seluruh masyarakat Kepri yang saya cintai," ujar Ansar Ahmad.
"Mudah-mudahan ya penghargaan ini menjadi pemantik semangatlah bagi kami untuk terus menghasilkan karya-karya terbaik di masa-masa mendatang," lanjutnya.
Baca Juga :
Borong 2 Penghargaan di NGA 2026, Gubernur Ansar: Birokrasi Cepat dan Digital Umpan Utama Investasi
Di bawah kepemimpinan Ansar Ahmad, Kepulauan Riau menegaskan posisinya sebagai salah satu provinsi kepulauan dengan kualitas pembangunan manusia yang kuat di luar Pulau Jawa. Dengan Indeks Pembangunan Manusia tahun 2025 yang mencapai 80,53, provinsi ini menunjukkan tingkat daya saing yang tinggi meskipun memiliki kondisi geografis kepulauan.
Selain itu, Kepulauan Riau juga dikenal sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional yang ditopang oleh industri manufaktur berbasis ekspor serta arus investasi yang konsisten. Kawasan Batam, Bintan, dan Karimun, serta kedekatannya dengan jalur perdagangan internasional, menjadikan wilayah ini sebagai magnet investasi sekaligus hub industri berdaya saing tinggi.
Pertumbuhan ekonomi yang tercipta dinilai tidak hanya tinggi, tetapi juga inklusif, yang tercermin dari tingkat kemiskinan yang relatif rendah, serta stabilitas kesejahteraan masyarakat.
"Ya saya kira karena Kepri itu salah satu destinasi investasi yang cukup berkembang dengan berbagai ekosistem ekonomi, maka kami akan terus meningkatkan, meng-upgrade berbagai usaha untuk mempermudah itu, baik itu dalam bentuk secara masif melakukan peningkatan digitalisasi layanan investasi, kemudian memberikan insentif-insentif buat para pelaku investasi karena bagi kami insentif itu bukan hanya dalam bentuk fiskal, tapi layanan birokrasi yang baik, cepat, efisien, tepat itu juga adalah bagian dari insentif investasi," tutur Ansar Ahmad.
Selama satu tahun terakhir di bawah kepemimpinan Ansar Ahmad, Provinsi Kepulauan Riau dinilai kuat dalam pembangunan manusia serta pengendalian kemiskinan di wilayah kepulauan. Capaian tersebut menempatkan Kepri sebagai salah satu benchmark kepemimpinan strategis berbasis human development di kawasan maritim.