Presiden AS Donald Trump. (EFE)
Trump Luncurkan 'Project Freedom' untuk Kawal Kapal Netral dari Selat Hormuz
Willy Haryono • 4 May 2026 07:03
Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa mulai Senin waktu Timur Tengah, AS akan mengawal kapal-kapal asing netral keluar dengan aman dari Selat Hormuz melalui operasi yang diberi nama “Project Freedom.”
Trump menyebut langkah tersebut sebagai “gestur kemanusiaan” bagi negara-negara yang terjebak dalam konflik tanpa keterlibatan langsung. Ia mengklaim bahwa sejumlah negara telah meminta bantuan Washington setelah kapal mereka terperangkap di jalur pelayaran strategis tersebut.
AS, kata Trump, akan menggunakan “upaya terbaik” untuk memandu kapal dan awaknya keluar dari Selat Hormuz hingga kawasan kembali aman.
Ia menambahkan banyak kapal yang terjebak mulai mengalami kekurangan logistik penting, termasuk makanan dan kebutuhan dasar kru.
“Pergerakan kapal ini semata-mata bertujuan membebaskan individu, perusahaan, dan negara-negara yang tidak melakukan kesalahan apa pun,” ujar Trump, dikutip dari media Anadolu Agency, Senin, 4 Mei 2026.
Trump juga memperingatkan bahwa setiap upaya mengganggu operasi kemanusiaan tersebut akan ditanggapi secara tegas.
Di saat yang sama, ia mengungkapkan bahwa pembicaraan dengan Iran masih berlangsung dan dinilai cukup positif, meski proposal perdamaian terbaru Tehran disebut belum dapat diterima.
Utusan khusus AS Steve Witkoff mengonfirmasi bahwa komunikasi diplomatik tetap berjalan.
Iran sebelumnya menyerahkan proposal perdamaian 14 poin melalui mediator Pakistan, sementara Washington juga dikabarkan telah mengajukan draf revisi terbaru.
Selat Hormuz tetap menjadi titik krusial perdagangan energi global, sehingga inisiatif baru AS berpotensi membawa dampak besar terhadap stabilitas kawasan dan ekonomi internasional.
Baca juga: Iran Kecam Trump atas Pernyataan 'Bajak Laut' terkait Penyitaan Kapal