GOTO Cetak Laba Bersih Rp171 Miliar di Kuartal I-2026

Ilustrasi. Foto: Dok istimewa

GOTO Cetak Laba Bersih Rp171 Miliar di Kuartal I-2026

Eko Nordiansyah • 28 April 2026 19:35

Jakarta: PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) Tbk pertama kali membukukan laba bersih positif sebesar Rp171 miliar pada kuartal I-2026. Kondisi ini membalikan posisi pada kuartal I-2025 yang mencatat rugi bersih sebesar Rp367 miliar.

“Pencapaian laba bersih untuk pertama kalinya dalam sejarah GoTo ini menjadi momen penting bagi kami," kata Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo, di Jakarta, Selasa, 28 April 2026.

GOTO mencatat pertumbuhan kinerja bersih sebesar 26 persen year on year (yoy) atau Rp5,3 triliun, dengan pertumbuhan total GTV mencapai Rp236 triliun atau meningkat sebesar 63 persen (yoy).

“Perjalanan kami berlanjut seiring dengan upaya kami dalam mengakselerasi pertumbuhan melalui pengembangan produk yang sesuai kebutuhan pelanggan,” lanjut Hans.



(Ilustrasi. Foto: Dok istimewa)

Dongkrak EBITDA capai Rp907 miliar

Sehingga mendongkrak EBITDA yang telah disesuaikan bisa mencapai Rp907 miliar atau setara 131 persen dalam setahun (yoy). Ditambah GoTo telah mendapat guyuran imbalan jasa dari e-commerce GoTo dari PT Tokopedia sebesar Rp288 miliar atau bertumbuh 33 persen yoy.

“Kami memasuki sisa tahun ini dengan arus kas bebas yang disesuaikan positif dan neraca keuangan yang kuat, menegaskan kembali pedoman EBITDA yang disesuaikan untuk setahun penuh sebesar Rp3,2-3,4 triliun,” tambah Direktur Keuangan Grup GoTo Simon Ho.

On-demand Services yang biasa dikenal dalam aplikasi Gojek tumbuh secara signifikan 40 persen yoy atau mencapai Rp439 miliar. Hal itu dilihat dari sisi nilai transaksi dalam ekosistem yang berjalan.

GoTo telah menembus 69 juta pengguna atau bertumbuh sebesar 22 persen dalam setahun. “GoTo mencapai titik ini berkat dukungan jutaan mitra driver di seluruh Indonesia,” tutup Hans.

Perseroan ini terus melakukan inovasi dengan menggunakan AI yang berfokus pada pelayanan, sehingga biaya transaksi pada pengguna dapat direduksi sebanyak 60 persen. Positifnya GoTo memiliki saldo kas sampai akhir Maret 2026 capai Rp23 triliun.

Sementara itu GoTo menjadikan kesejahteraan mitra pengemudi sebagai prioritas utama, karena telah menjadi fundamental utama dalam bisnis. Contohnya perseroan membagikan Bonus Hari Raya (BHR) bagi mitra pengemudi yang memenuhi syarat dengan total Rp110 miliar, lalu perseroan mulai menyediakan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan sejak 1 Februari. 

Dalam kondisi eskalasi Timur Tengah yang berdampak pada kenaikan energi, hingga saat ini masih belum berdampak signifikan karena rata - rata drive menggunakan bahan bakar minyak jenis pertalite dan pertamax yang kini belum ada kenaikan. (Adrian Bachtiar)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)