Sistem Persinyalan Disorot Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Simak Cara Kerjanya

Ilustrasi Pexels

Sistem Persinyalan Disorot Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Simak Cara Kerjanya

Muhamad Marup • 28 April 2026 12:06

Jakarta: Kecelakaan kereta di Bekasi pada Senin Malam, 27 April 2026 Timur menjadi alarm untuk perbaikan moda transportasi publik massal seperti kereta. Salah satu sorotan atas kejadian tersebut adalah teknologi persinyalan yang penting untuk komunikasi dalam perjalanan.

Mengutip laman Institut Teknologi Bandung (ITB), sistem persinyalan adalah sarana untuk menjamin keselamatan perjalanan kereta api dari suatu stasiun menuju stasiun berikutnya. Centralized Railway Traffic Control System merupakan bagian dari sistem persinyalan kereta.

CFC System berfungsi sebagai sistem pengendali lalu lintas perjalanan kereta api secara terpusat. Sistem persinyalan adalah sarana untuk menjamin keselamatan perjalanan kereta api dari suatu stasiun menuju stasiun berikutnya.

Cara Kerja dan Perangkat Sistem Persinyalan

Setiap perangkat yang ada di sistem persinyalan, seperti sinyal wesel, pendeteksi keberadaan kereta api, meja pelayanan operator dan pesawat blok semuanya saling terkait dan saling mengunci satu sama lain yang diatur oleh sebuah sistem yang disebut dengan sistem interlocking.

Sinyal diperlukan untuk membagi ruang perjalanan kereta api ke dalam petak-petak yang disebut blok. Sinyal inilah yang menjamin agar tak terjadi kecelakaan.

Terdapat tiga jenis perangkat sinyal yang kerap digunakan dalam operasi perkeretaapian di Indonesia yaitu:
  • Tuas mekanik
  • Local control panel
  • Visual display unit.
Dalam mengoperasikan perangkat-perangkat tersebut, diperlukan orang yang menjadi operator.

Pendeteksi Lokasi Kereta Api


Ilustrasi Pexels

Ada dua alat yang digunakan pendeteksi kereta api, yaitu axle counter dan track circuit. Axle counter bekerja dengan alat bernama evaluator untuk menghitung roda yang lewat. Alat-alat sensor terkoneksi dalam sistem interlocking. Ada sistem interlocking mekanik dan juga sistem interlocking elektrik.

Dalam sistem interlocking elektrik terdapat berbagai komponen di dalamnya. Ada LCP/VDU sebagai operator pada sistem ini, lalu ada technician terminal pada maintenance, dan sistem CTC/CTS SilVue OI1000 untuk operation control center.

Technician terminal bisa dibilang black box-nya kereta yang merekam semua kerja sinyal dan bisa melihat kejadian yang sudah terjadi sebelumnya. Technician terminal juga dapat mencatat kapan saja alarm nyala dan kapan saja ada gangguan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)