Petugas memproses meninggalnya satu calhaj asal Kabupaten Probolinggo di Tanah Suci Mekkah. ANTARA/HO-Diskominfo Probolinggo
Sempat Dirawat, Calon Haji Asal Probolinggo Meninggal di Tanah Suci
Silvana Febiari • 14 May 2026 23:57
Probolinggo: Seorang calon haji atas nama Asraf bin Sudami asal Desa Kramat Agung, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 1 dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci. Ia meninggal sekitar pukul 02.30 Waktu Arab Saudi (WAS), Kamis, 14 Mei 2026.
Calon haji berusia 65 tahun tersebut tergabung dalam KBIHU NU Barat Kabupaten Probolinggo dan termasuk kategori jemaah risiko tinggi (risti) sedang atau istithaah dengan pendampingan obat.
"Almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit kencing manis dan kolesterol," kata Plh Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Probolinggo Ervin Syarif Arifin, dilansir dari Antara.
Pihaknya telah menerima laporan resmi terkait wafatnya calon haji asal Kecamatan Bantaran tersebut. Almarhum sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit Arab Saudi setelah mengalami gangguan kesehatan sejak 11 Mei 2026.
"Berdasarkan laporan dari Indonesia Medical Mission, almarhum masuk Rumah Sakit King Abdul Aziz pada 11 Mei 2026 dengan keluhan sesak napas dan demam. Saat pagi hari kondisi beliau juga mengalami penurunan kesadaran sehingga dokter menyarankan rujukan ke rumah sakit Arab Saudi,” jelasnya.
Setibanya di rumah sakit Arab Saudi, pasien langsung mendapatkan penanganan medis dan dirawat di ruang ICU. Kemudian keesokan harinya, pasien dipasang ventilator karena mengalami gagal napas.
"Kondisi kesehatan almarhum terus memburuk pada Rabu (13 Mei) hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada 14 Mei 2026 pukul 02.30 WAS," tuturnya.

Ilustrasi ibadah haji. Foto: Istimewa
Meski sempat menjalani perawatan intensif, almarhum sebelumnya telah melaksanakan umrah wajib sebanyak satu kali sekitar tujuh hari sebelum wafat.
Ia menjelaskan seluruh proses administrasi kematian calon haji itu telah ditangani oleh petugas di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Selain itu, istri almarhum yang juga mendampingi ibadah haji telah melihat jenazah dan mengikuti prosesi salat jenazah di Masjidil Haram, Makkah.
“Petugas sudah mengurus seluruh administrasi di KKHI dan istri almarhum juga sudah melihat jenazah serta mengikuti proses salat jenazah di Masjidil Haram,” ungkapnya.
Ervin berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan atas musibah tersebut. “Mudah-mudahan istri dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta keikhlasan. Semoga almarhum husnul khotimah dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujarnya.
Terkait hak ibadah haji almarhum, pihaknya memastikan proses badal haji akan dilaksanakan oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Sementara barang bawaan berupa koper besar dan kecil tetap akan diserahkan kepada istrinya yang berangkat haji bersama almarhum.