Tim SAR melakukan evakuasi korban yang tertimbun di Maumere, NTT. Foto: Dok. ANTARA.
Tower Rusak Terdampak Gempa, AirNav Pastikan Navigasi Penerbangan Tetap Normal
Whisnu Mardiansyah • 16 August 2026 20:03
Jakarta: AirNav Indonesia memastikan pelayanan navigasi penerbangan tetap berjalan dengan optimal meskipun gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas. Kerusakan yang teridentifikasi antara lain berupa keretakan dan kerusakan pada beberapa bagian bangunan tower di sejumlah lokasi.
Direktur Utama AirNav Indonesia Capt. Avirianto Suratno menyampaikan, meskipun beberapa fasilitas pelayanan navigasi penerbangan terdampak, pihaknya terus menjaga kelancaran operasional layanan guna mendukung proses evakuasi dan distribusi bantuan melalui jalur udara dari serta menuju wilayah yang terkena bencana.
"Berdasarkan laporan terakhir yang kami himpun, dampak gempa terhadap fasilitas AirNav Indonesia antara lain terdapat di Unit Bajawa, Unit Ruteng, Cabang Pembantu Ende, Unit Maumere, serta Cabang Pembantu Labuan Bajo. Kerusakan yang teridentifikasi meliputi keretakan dan kerusakan pada sejumlah bagian bangunan tower. Sementara itu, fasilitas AirNav Indonesia di Kupang, Waingapu, Tambolaka, dan Denpasar berdasarkan pemantauan sementara dalam kondisi aman," ujar Avirianto dalam keterangan resmi yang dikeluarkan, Minggu, 16 Agustus 2026.
Avirianto mengungkapkan, pihaknya mengutamakan agar layanan navigasi penerbangan tetap dapat dijalankan secara optimal dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan. Langkah tersebut ditempuh melalui asesmen kondisi fasilitas, penerapan skema kontingensi, serta pengaturan pelayanan dari lokasi yang dinilai aman.
"Seluruh personel AirNav Indonesia di wilayah terdampak dilaporkan dalam kondisi selamat. Secara internal, keamanan dan keselamatan pegawai juga menjadi salah satu prioritas manajemen," kata Avirianto.
Avirianto menjelaskan, saat ini pemeriksaan terhadap kondisi bangunan, fasilitas komunikasi, dan peralatan navigasi penerbangan masih dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan masih terjadinya gempa susulan di sejumlah wilayah. AirNav terus memantau kondisi di lapangan dan memastikan dukungan pelayanan navigasi penerbangan bagi kebutuhan penanganan darurat serta pemulihan di wilayah terdampak.

Kerusakan bangunan yang terdampak gempabumi M7,7 di Kabupaten Manggarai Timur. (Sumber : BPBD Kabupaten Manggarai Timur)
"Ada contingency plan yang kami jalankan dalam situasi seperti ini. Sejalan dengan itu, perkembangan kondisi fasilitas dan pelayanan navigasi penerbangan akan terus dipantau dan disampaikan secara berkala kepada pemerintah, sesuai hasil verifikasi serta perkembangan situasi di lapangan," ungkap Avirianto.
Avirianto menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, serta seluruh pemangku kepentingan terkait untuk menjaga kesiapan operasional dan keselamatan penerbangan.
Dukungan pelayanan navigasi penerbangan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga konektivitas udara, terutama untuk mendukung proses evakuasi masyarakat, mobilisasi personel, serta distribusi bantuan kemanusiaan dari dan menuju wilayah terdampak.