Imbas gempa di NTT. (tangkapan layar)
Update Data Korban Gempa NTT: BNPB Ralat jadi 1 Orang Meninggal
Lukman Diah Sari • 15 August 2026 09:46
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memutakhirkan data terkait dampak gempa bumi magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu, 15 Agustus 2026. Berdasarkan validasi data lapangan hingga pukul 08.00 WIB, tercatat satu orang meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka-luka akibat bencana alam tersebut.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam siaran pers mengungkapkan laporan awal yang sebelumnya menyebutkan adanya dua korban jiwa.
"Korban meninggal dunia merupakan warga Kabupaten Sikka, sementara korban luka tercatat di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Nagekeo. Setelah dilakukan verifikasi dan validasi oleh petugas di lapangan, data tersebut diperbarui menjadi satu orang meninggal dunia," jelas Berton dalam keterangannya, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Proses evakuasi korban gempa M7,7 di NTT. (tangkapan layar)
BNPB turut menyampaikan permohonan maaf atas ketidakakuratan pada rilis laporan awal. Pihaknya berkomitmen untuk terus memastikan bahwa setiap informasi yang disampaikan ke publik telah melalui tahapan verifikasi yang ketat. Hingga saat ini, proses pendataan terhadap korban dan kerugian materiil masih intensif dilakukan oleh BPBD bersama unsur terkait.
Kondisi Terkini di Lapangan
Menyusul tidak adanya kenaikan muka air laut yang signifikan berdasarkan hasil observasi, BMKG secara resmi telah mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 07.31 WIB. Meski begitu, ancaman gempa susulan masih terus diwaspadai.Situasi di Kota Bima saat ini dilaporkan sudah mulai kondusif. Namun, kondisi berbeda terjadi di Kabupaten Nagekeo. Petugas di lapangan masih berupaya keras menangani situasi, di mana akses jalan utama dilaporkan mengalami kemacetan parah dan aliran listrik masih padam total. BNPB terus menjalin koordinasi intensif dengan BPBD Provinsi NTT, BPBD kabupaten/kota terdampak, BMKG, Basarnas, TNI, dan Polri.
"BNPB memastikan dukungan pemerintah pusat akan terus diberikan sesuai perkembangan kebutuhan di lapangan, terutama dalam penanganan korban, evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar, dukungan logistik dan peralatan, serta percepatan pemulihan masyarakat terdampak," tutup Berton.