Acara berkabung atas kematian Ali Khamenei di Kashmir pada 2 Maret 2026. (PTI)
Termasuk Iran, Ini 6 Negara Mayoritas Muslim Syiah
Riza Aslam Khaeron • 17 March 2026 15:40
Jakarta: Perang Iran kini telah memasuki hari ke-18. Konflik bersenjata ini pecah menyusul serangan masif pada 28 Februari 2026 yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel, yang secara fatal berhasil menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei.
Wafatnya Khamenei menjadi sebuah tragedi besar bagi komunitas Muslim Syiah di seluruh dunia. Beliau bukan sekadar pemimpin politik, melainkan juga seorang marja’ al-taqlid, yakni otoritas rujukan fikih tertinggi bagi penganut mazhab Dua Belas Imam (Itsna ‘Asyariyah). Iran sendiri telah lama mengukuhkan posisinya sebagai negara dengan populasi Muslim Syiah terbesar di dunia.
Lantas, selain Iran, negara mana sajakah yang memiliki populasi Syiah mayoritas atau signifikan? Merujuk pada hasil survei komprehensif dari Pew Research Center tahun 2009, berikut adalah daftar dan ulasannya.
1. Iran
Iran menempati urutan pertama sebagai negara dengan konsentrasi populasi Syiah terbesar di dunia. Data Pew Research Center menunjukkan bahwa sekitar 90–95 persen populasi Muslim di negara ini merupakan penganut Syiah.Mazhab yang mendominasi di Iran adalah Syiah Dua Belas Imam atau Itsna ‘Asyariyah. Tradisi ini tidak hanya menjadi identitas keagamaan bagi mayoritas penduduknya, tetapi juga meresap kuat ke dalam struktur negara modern.
Pasca-Revolusi 1979, lembaga keulamaan memperoleh kedudukan politis yang sangat strategis melalui konsep wilayat al-faqih, yang secara konstitusional menempatkan ulama sebagai otoritas tertinggi dalam negara.
Dalam peta keagamaan global, Iran memegang peran krusial sebagai episentrum pendidikan dan otoritas Syiah. Kota-kota suci seperti Qom dan Mashhad telah mendunia sebagai pusat studi Islam Syiah, yang melahirkan barisan ulama besar serta rujukan teologis.
Oleh karena itu, pengaruh Iran tidak hanya terbatas pada kedaulatan nasionalnya, tetapi juga menjangkau komunitas Syiah di berbagai belahan dunia.
2. Irak
Irak merupakan negara kedua dengan populasi Syiah yang sangat dominan. Diperkirakan sekitar 65–70 persen dari total pemeluk Islam di Irak adalah penganut Syiah.Serupa dengan Iran, mayoritas komunitas Syiah di sini menganut mazhab Dua Belas Imam.
Irak memiliki kedudukan yang sangat sakral dalam historiografi Syiah karena keberadaan kota suci Najaf dan Karbala. Najaf dihormati sebagai lokasi makam Ali bin Abi Thalib, sedangkan Karbala merupakan situs syahidnya Husein bin Ali—peristiwa yang menjadi pilar utama dalam memori kolektif dan spiritualitas kaum Syiah.
Selain menjadi destinasi ziarah utama, Irak memiliki reputasi panjang sebagai pusat intelektual keagamaan. Lembaga-lembaga di Najaf (Hawza) memiliki pengaruh fatwa yang melintasi batas negara.
Dalam dinamika politik kontemporer, peran komunitas Syiah di Irak semakin menguat secara signifikan pasca-jatuhnya rezim Saddam Hussein pada 2003, di mana kelompok-kelompok politik Syiah kini memegang peranan kunci dalam pemerintahan dan parlemen.
3. Azerbaijan
Azerbaijan menonjol sebagai negara dengan proporsi penganut Syiah yang sangat besar di luar kawasan Arab. Sekitar 65–75 persen Muslim di negara kaukasus ini bermazhab Syiah.Berbeda secara fundamental dengan Iran, Azerbaijan menerapkan sistem negara sekuler yang ketat. Konstitusi negara menegaskan pemisahan yang jelas antara urusan agama dan negara. Alhasil, identitas Syiah di Azerbaijan lebih banyak terefleksi sebagai identitas sosial dan budaya alih-alih menjadi fondasi sistem politik.
Pengalaman sejarah panjang di bawah kendali Uni Soviet juga membentuk corak kehidupan keagamaan di Azerbaijan menjadi lebih moderat dan berbeda jika dibandingkan dengan negara-negara mayoritas Syiah lainnya.
Kendati demikian, warisan Syiah tetap terpatri kuat dalam kehidupan bermasyarakat, terutama dalam perayaan tradisi dan peringatan keagamaan tertentu. Azerbaijan sering dianggap unik karena statusnya sebagai negara mayoritas Syiah yang tetap konsisten menjaga garis haluan politik sekuler.
Orang-orang menghadiri upacara berkabung untuk memperingati festival Asyura, hari kesembilan bulan Muharram dan menandai peringatan kematian saudara Imam Hussein, Abbas ibn Ali, dalam pertempuran Karbala, pada 29 Agustus 2020 di Teheran, Iran. (Fatemeh Bahrami - Anadolu Agency)
4. Bahrain
Bahrain juga tercatat sebagai negara dengan populasi Syiah yang dominan, dengan estimasi mencakup 65–75 persen dari total populasi Muslim.Negara kepulauan di Teluk Persia ini kerap menjadi perhatian dunia karena adanya diskoneksi antara komposisi demografi dan struktur kekuasaan. Meskipun mayoritas penduduknya adalah penganut Syiah, otoritas kekuasaan negara berada di bawah kendali monarki yang berlatar belakang Sunni.
Perbedaan mencolok antara demografi masyarakat dan struktur politik ini telah menjadi pemicu ketegangan sosial dan politik selama bertahun-tahun.
Sejak gelombang protes Arab Spring pada tahun 2011, isu-isu mengenai representasi politik dan hubungan antara pemerintah dengan masyarakat Syiah terus menjadi isu sensitif.
| Baca Juga: Mengenal Mazhab 12 Imam, Agama Resmi Iran dan Cabang Syiah Terbesar |
5. Lebanon
Lebanon memiliki keragaman agama yang kompleks, di mana komunitas Syiah mencakup sekitar 45–55 persen dari total populasi Muslim di sana.Komunitas Syiah di Lebanon merupakan salah satu pilar utama dalam struktur sosial negara tersebut. Lebanon menggunakan sistem politik konvensional, di mana pembagian kekuasaan didasarkan pada proporsi kelompok agama. Hal ini membuat posisi politik komunitas Syiah memiliki bobot yang sangat besar dalam menentukan arah kebijakan nasional Lebanon.
Dalam peta kekuatan modern, pengaruh politik Syiah di Lebanon semakin dominan melalui gerakan Amal dan khususnya Hizbullah. Hizbullah sendiri telah bertransformasi menjadi kekuatan politik dan militer paling berpengaruh di negara tersebut.
Faktor ini menjadikan komunitas Syiah di Lebanon sebagai aktor kunci, tidak hanya dalam urusan domestik, tetapi juga dalam percaturan geopolitik yang lebih luas di Timur Tengah.
6. Yaman
Di Yaman, diperkirakan sekitar 35–40 persen pemeluk Islam adalah penganut Syiah.Namun, perlu dicatat bahwa komunitas Syiah di Yaman memiliki karakteristik yang berbeda dengan rekan-rekan mereka di Iran maupun Irak. Mayoritas Syiah di Yaman merupakan penganut mazhab Zaidiyah.
Dalam doktrin Islam, Zaidiyah adalah cabang Syiah yang memiliki beberapa perbedaan signifikan dalam praktik dan teologi, bahkan sering dianggap memiliki kedekatan tertentu dengan tradisi Sunni dibandingkan dengan cabang Syiah lainnya.
Salah satu kedekatan mereka dengan Sunni adalah pengakuan mereka terhadap ketiga khilafah Sunni sebelum Ali: Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Usman bin Affan, walaupun tidak mengakui mereka sebagai imam.
Secara historis, kaum Zaidiyah terkonsentrasi di wilayah utara Yaman dan memiliki rekam jejak kepemimpinan imamah yang kuat di masa lampau. Dalam konteks saat ini, identitas Zaidiyah menjadi pusat perhatian dalam konflik berkepanjangan di Yaman, terutama karena gerakan Houthi memiliki akar sosiologis dan keagamaan dari komunitas ini.