Pemerintah Fokus Tingkatkan Kualitas Layanan dan Keamanan Pangan MBG

Kepala Badan Komunikasi (Ka Bakom) Pemerintah RI Muhammad Qodari. ANTARA/HO-Badan Komunikasi Pemerintah.

Pemerintah Fokus Tingkatkan Kualitas Layanan dan Keamanan Pangan MBG

Achmad Zulfikar Fazli • 28 July 2026 14:15

Jakarta: Pemerintah fokus pada peningkatan kualitas layanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bawah kepemimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN). Upaya itu dilakukan dengan memperkuat standar keamanan pangan, memperketat pengawasan, serta mempercepat respons terhadap laporan dan temuan masyarakat.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari, mengatakan pergantian kepemimpinan di BGN dari Nanik S Deyang ke Sudaryono, menjadi bagian dari upaya penyempurnaan program MBG yang merupakan salah satu program prioritas pemerintah. Pemerintah ingin memastikan kualitas layanan meningkat, sehingga manfaat program dapat dirasakan optimal oleh masyarakat.

"Kita akan memastikan standar keamanan makanan yang disajikan semakin tinggi dan pemerintah terus mengawal perjalanan MBG ini dari ketersediaan bahan baku hingga sampai ke tangan penerima manfaat. Pemerintah akan merespons jauh lebih cepat atas setiap masukan atau temuan dari masyarakat di lapangan," kata Qodari dalam keterangan tertulis, dilansir dari Antara, Selasa, 28 Juli 2026.


Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto- Metrotvnews.com/Hendrik

Dia menjelaskan pemerintah menyadari tingginya harapan masyarakat terhadap pelaksanaan program MBG. Harapan tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah untuk terus berbenah agar pelaksanaan MBG semakin andal, cepat tanggap, dan mampu menjawab berbagai persoalan yang muncul di lapangan.

Selain meningkatkan kualitas layanan, pemerintah memastikan pengawasan secara menyeluruh pada setiap tahapan pelaksanaan program. Pengawasan dilakukan mulai dari penyediaan bahan baku, proses pengolahan makanan, distribusi, hingga makanan diterima oleh para penerima manfaat.

Dengan pengawasan tersebut, pemerintah berharap standar keamanan pangan dalam program MBG terus meningkat. Qodari mengatakan pemerintah tidak hanya mengejar perluasan cakupan penerima manfaat, tetapi memastikan kualitas pelayanan menjadi ukuran utama keberhasilan program.

Menurut dia, manfaat yang dirasakan masyarakat serta tumbuhnya rasa memiliki terhadap program menjadi indikator penting dalam pelaksanaan MBG.

"Keberhasilan program MBG ini justru kita ukur dari kualitas pelayanan yang dirasakan langsung oleh para penerima manfaat serta kuatnya rasa memiliki masyarakat terhadap program ini," ujar Qodari.

Di samping itu, dia menegaskan pergantian pimpinan di BGN tidak mengubah komitmen pemerintah terhadap program MBG. Pemerintah terus mengevaluasi dan menyempurnakan secara bertahap, serta terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat agar pelaksanaan MBG semakin efektif dan tepat sasaran.

Pemerintah optimistis upaya perbaikan yang dilakukan secara berkelanjutan membuat program MBG berjalan semakin baik. Langkah ini juga menjadi salah satu investasi penting dalam mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

"Mari kita kawal bersama pelaksanaan program MBG ini," ujar Qodari.

(Achmad Zulfikar Fazli)