Spesifikasi dan Sejarah Giuseppe Garibaldi, Kapal Induk Pertama Indonesia

Ilustrasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi. (ANTARA/X)

Spesifikasi dan Sejarah Giuseppe Garibaldi, Kapal Induk Pertama Indonesia

Riza Aslam Khaeron • 23 July 2026 10:11

Jakarta: Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan menerima kapal induk pertamanya, Giuseppe Garibaldi pada 20 September 2026 mendatang. Kapal perang ini merupakan hibah dari pemerintah Italia.
 
Penerimaan hibah tersebut telah disetujui oleh DPR RI pada Rapat Paripurna Ke-26 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 yang digelar pada Selasa, 21 Juli 2026.

“Apakah laporan Komisi I DPR RI atas persetujuan penerimaan hibah satu unit kapal induk Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Republik Italia dapat kita setujui?” kata Ketua DPR RI Puan Maharani di Gedung DPR, Jakarta, Selasa, mengutip Antara.

“Setuju,” jawab para legislator kompak.

Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk Italia dengan dek penuh (through-deck aviation ship) yang dirancang khusus untuk mengoperasikan pesawat bersayap tetap.

Nama kapal ini diambil dari tokoh militer abad ke-19 yang berjasa dalam penyatuan Italia, dan merupakan kapal keempat dalam sejarah Angkatan Laut Italia yang menyandang nama tersebut.

Giuseppe Garibaldi bakal mencatatkan sejarah sebagai kapal induk pertama yang dimiliki Indonesia sekaligus menandai babak baru dalam proyeksi kekuatan laut TNI AL. Berikut adalah sejarah dan spesifikasi lengkap kapal induk tersebut.
 

Sejarah Giuseppe Garibaldi


Giuseppe Garibaldi. (marina.difesa.it)

Giuseppe Garibaldi dibangun oleh galangan kapal Fincantieri (dahulu Italcantieri) di Monfalcone, Teluk Trieste. Pengerjaan kapal ini dimulai pada 26 Maret 1981, resmi diluncurkan pada 11 Juni 1983, dan mulai masuk dalam dinas operasional Angkatan Laut Italia pada 30 September 1985.

Sebagai kapal induk ringan pertama Italia berdek penuh, Giuseppe Garibaldi dirancang untuk mendukung operasi udara dan laut sekaligus berfungsi sebagai pusat komando bergerak.

Sepanjang masa dinasnya, Giuseppe Garibaldi telah terlibat dalam sejumlah operasi internasional penting. Pada 1994 hingga awal 1995, kapal ini mendukung pendaratan amfibi pasukan Italia dalam Operasi Restore Hope serta misi PBB di Somalia.

Selanjutnya pada 1999, kapal ini dikerahkan ke Laut Adriatik untuk mendukung Operasi DINAK selama krisis di Yugoslavia. Pada akhir 2001 hingga awal 2002, Giuseppe Garibaldi bertindak sebagai markas komando dalam Operasi Enduring Freedom.

Kapal ini berlayar sejauh lebih dari 30.000 km laut tanpa henti selama 87 hari guna menjalankan misi pengendalian laut dan dukungan udara di Afghanistan.

Pada 2006, kapal ini kembali dipercaya menjadi kapal komando dalam Operasi Mimosa dan Leonte di Lebanon untuk mengawal konvoi dagang serta pendaratan pasukan khusus.

Memasuki tahun 2011, Giuseppe Garibaldi terlibat aktif dalam penanganan krisis Libya melalui Operasi Odyssey Dawn dan Unified Protector untuk mengawasi embargo senjata serta zona larangan terbang sesuai resolusi Dewan Keamanan PBB.

Terakhir, sepanjang periode 2015 hingga 2017, Giuseppe Garibaldi bertindak sebagai kapal utama (flagship) dalam Operasi EUNAVFOR MED Sophia yang bertugas menindak jaringan penyelundupan manusia di Laut Mediterania.
 
Baca Juga:
TNI AD Pastikan Korban Ledakan Gudang Amunisi Dapat Pendampingan Penuh
 

Spesifikasi Giuseppe Garibaldi

Berdasarkan data dari laman resmi Angkatan Laut Italia, berikut adalah rincian spesifikasi teknis kapal induk Giuseppe Garibaldi:
 
Spesifikasi Utama Detail
Tipe Kapal Kapal induk ringan (aircraft carrier) / Landing Helicopter Assault
Bobot Penuh 13.850 ton
Panjang 180,2 meter
Lebar (Galangan / Dek Terbang) 23,4 meter / 30,4 meter
Panjang Dek Terbang 173,8 meter
Draft / Sarat Air 6,7 meter
Mesin Utama COGAG: 4 turbin gas FIAT/GE LM-2500, 2 poros, 2 gir reduksi Tosi
Daya Maksimal 60.400 kW (±80.998 HP)
Kecepatan Maksimal 30 knot
Jangkauan Operasional 7.000 mil laut
Kapasitas Air Wing 18–20 unit pesawat (AV-8B Plus Harrier, EH101)
Persenjataan 1 peluncur Albatros (8 peluru kendali Aspide) dan 3 sistem DARDO 40/70
Jumlah Personel 825 orang

(Riza Aslam Khaeron)