Kendaraan roda empat bergantian naik ke kapal feri di Dermaga Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Senin (23/3/2026) ANTARA/Novi Husdinariyanto
Gelombang Tinggi, Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Diberlakukan Buka Tutup
Lukman Diah Sari • 30 July 2026 11:24
Banyuwangi: PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, memberlakukan mekanisme buka tutup operasional penyeberangan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk. Kebijakan ini diterapkan karena kondisi cuaca berupa gelombang tinggi dan angin kencang di Selat Bali yang masih berfluktuasi.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Arief Eko Kurniansjah mengatakan, penyesuaian operasional di lintasan Ketapang-Gilimanuk ini merupakan bagian dari upaya mitigasi risiko guna memastikan setiap pelayaran berlangsung sesuai standar keselamatan.
"Operasional penyeberangan hingga kini masih sangat bergantung pada perkembangan cuaca maritim, dan perubahan kecepatan angin dan tinggi gelombang yang terjadi sewaktu-waktu menyebabkan layanan dibuka dan ditutup secara situasional berdasarkan hasil pemantauan di lapangan dan rekomendasi otoritas," kata Arief di Banyuwangi, Kamis, 30 Juli 2026, melansir Antara.
"Begitu kondisi membaik dan dinyatakan aman oleh otoritas, layanan penyeberangan akan kembali dioperasikan secara bertahap," ujar Arief.
Antrean Kendaraan Terkendali
Dia menyampaikan, hingga saat ini kondisi antrean kendaraan di sisi Pelabuhan Ketapang masih relatif terkendali. Area zona penyangga di kawasan Bulusan mulai terisi sehingga kepadatan terlihat di akses menuju pelabuhan."Namun belum terjadi antrean panjang di dalam kawasan pelabuhan, sedangkan di sisi Pelabuhan Gilimanuk, antrean kendaraan masih berada di area manuver pelabuhan," kata dia.
(1).jpg)
Foto dari udara kondisi antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, pada H-3 Lebaran 2026. Rabu (18/3/2026) ANTARA/Budi Candra
Arief menambahkan, ASDP terus memperkuat koordinasi dengan BMKG, KSOP Kelas III Tanjung Wangi, Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan BPTD Kelas II Jawa Timur, serta kepolisian untuk meminimalkan dampak terhadap pengguna jasa. Pihaknya juga mengoptimalkan zona penyangga di Bulusan sebagai lokasi penampungan sementara kendaraan, khususnya angkutan logistik.
"Kami dari ASDP juga menyiapkan armada tambahan untuk mempercepat penguraian antrean segera setelah kondisi cuaca kembali kondusif dan pelayaran dinyatakan aman," jelas Arief.