PBB Anugerahkan Dag Hammarskjöld Medal kepada Peacekeepers Indonesia yang Gugur saat Tugas

Sekjen PBB serahkan Dag Hammarskjöld Medal kepada Wakil Tetap RI untuk PBB Umar Hadi. Foto: PTRI New York

PBB Anugerahkan Dag Hammarskjöld Medal kepada Peacekeepers Indonesia yang Gugur saat Tugas

Fajar Nugraha • 6 June 2026 20:57

New York: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menganugerahkan Dag Hammarskjöld Medal kepada dua peacekeepers Indonesia yang gugur dalam pelaksanaan tugas selama periode 2024–2025.

Kedua penerima penghargaan tersebut adalah Kopral Dua Anumerta Eko Prambudi Santoso, anggota Satgas Kizi TNI Konga XX-U pada Misi PBB di Republik Demokratik Kongo (MONUSCO), serta Briptu Anumerta Sri Widodo, anggota Satgas Formed Police Unit (FPU) Polri pada Misi PBB di Republik Afrika Tengah (MINUSCA).

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Sekretaris Jenderal PBB António Guterres kepada Wakil Tetap RI untuk PBB Duta Besar Umar Hadi, dalam Dag Hammarskjöld Medal Ceremony yang digelar di Markas Besar PBB pada 5 Juni 2026 di New York.



Penyerahan penghargaan bertepatan dalam rangka memperingati International Day of United Nations Peacekeepers 2026.

Tahun ini, penghargaan diberikan kepada 68 peacekeepers dari 33 negara anggota yang gugur saat menjalankan tugas pada periode 2024–2025.

“Penganugerahan ini merupakan bentuk penghormatan tertinggi PBB atas dedikasi, pengabdian, dan pengorbanan personel penjaga perdamaian dalam melaksanakan mandat organisasi di berbagai wilayah konflik dunia,” pernyataan Perwakilan Tetap RI di PBB, yang diterima Metrotvnews.com, Sabtu 6 Juni 2026.

Sejak operasi pemeliharaan perdamaian PBB dimulai hampir 80 tahun lalu, lebih dari 4.500 peacekeepers telah gugur dalam pelaksanaan tugas di bawah bendera PBB. Angka tersebut termasuk empat personil UNIFIL asal Indonesia yang gugur saat melaksanakan penugasan di Lebanon pada bulan Maret–April 2026.



Saat ini, lebih dari 50.000 personel pemeliharaan perdamaian PBB bertugas di berbagai wilayah konflik untuk melindungi warga sipil, mendukung proses politik, serta memfasilitasi penyaluran bantuan kemanusiaan.

Sebagai salah satu kontributor utama pasukan penjaga perdamaian PBB, Indonesia secara konsisten mendorong semua pihak untuk memperkuat aspek safety and security bagi seluruh personel, terutama di tengah dinamika global saat ini yang menghadirkan berbagai tantangan bagi operasi perdamaian.

(Fajar Nugraha)